Laman

Bismillahirrahmannirrohom

SELAMAT DATANG DI BLOG ALHADI SISAWAH SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA UNTUK PERKEMBANGAN KITA KEDEPANNYA

Selasa, 13 Maret 2012

Beberapa Perempuan Yang Haram Dinikahi

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu terkecuali pada masa yang telah lampai. Sesungguhnya perbuatan itu amatlah dan dibenci Allah dan seburuk-buruknya jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengenai) ibu-ibumu; anak-anak yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudara yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campuri dengan isteri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);, dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri yang telah kamu nikahi (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisaa:22-24).

Dalam tiga ayat diatas Allah SWT menyebutkan perempuan-perempuan yang haram dinikai. Dengan mencermati firman Allah tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa tahrim, pengharaman’ ini terbagi dua:

Pertama: Tahrim Muabbad (pengharaman yang berlaku selama-lamanya), yaitu seorang perempuan tidak boleh menjadi isteri seorang laki-laki di segenap waktu.
Kedua: Tahrim Muaqqat (pengharaman yang bersifat sementara), jika nanti keadaan berubah, gugurlah tahrim itu dan ua menjadi halal.
Sebab-sebab tahrim muaqqad (pengharaman selamanya) ada tiga: pertama karena nasab, kedua haram mushaharah (ikatan perkawinan) dan ketiga karena penyusuan.

Pertama: perempuan-perempuan yang haram dinikahi karena nasab adalah :
1.Ibu
2.Anak perempuan
3.Saudara perempuan
4.Bibi dari pihak ayah (saudara perempuan ayah)
5.Bibi dari pihak ibu (saudara perempuan ibu)
6.Anak perempuan saudara laki-laki (keponakan)
7.Anak perempuan saudara perempuan).

Kedua: perempuan-perempuan yang haram diwakin karena mushaharah adalah :
1. Ibu istri (ibu mertua), dan tidak dipersyaratkan tahrim ini suami harus dukhul ”bercampur” lebih dahulu. Meskipun hanya sekedar akad nikah dengan puterinya, maka sang ibu menjadi haram atau menantu tersebut.
2. Anak perempuan dari isteri yang sudah didukhul (dikumpul), oleh karena itu, manakala akad nikah dengan ibunya sudah dilangsungkan namun belum sempat (mengumpulinya), maka anak perempuan termasuk halal bagi mantan suami ibunya itu. Hal ini didasarkan pada firman Allah, ”Tetapi kalian belum bercampur dengan isteri kalian itu (dan sudah kalian campur), maka tidak berdosa kalian menikahinya.” (An-Nisaa:23).
3. Isteri anak (menantu perempuan), ia menjadi haram dikawini hanya sekedar dilangsungkannya akad nikah.
4. Isteri bapak (ibu tiri) diharamkan ats anak menikahi isteri bapak dengan sebab hanya sekedar terjadinya akad nikah dengannya.

Ketiga: perempuan-perempuan yang haram dikawini karena sepersusuan.
Allah SWT berfirman yang artinya, ”Ibu-ibu kalian yang pernah menyusui kalian; saudara perempuan sepersusuan.” (an-Nisaa’:23).
Nabi saw. bersabda, ”Persusuan menjadikan haram sebagaimana yang menjadi haram karena kelahiran.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari IX:139 no:5099, Muslim II:1068 no:1444, Tirmidzi II:307 no:1157, ’Aunul Ma’bud VI:53 no:2041 dan Nasa’i VI:99).
Hal.570
Oleh karena itu, ibu sepersusuan menempati kedudukan ibu kandung, dan semua orang yang haram dikawini oleh anak laki-laki dari jalur ibu kandung, haram pula dinikahi bapak sepersusuan, sehingga anak yang menyusui kepada orang lain haram kawin dengan:
1.Ibu susu (nenek)
2.Ibu Ibu susu (nenek dari pihak Ibu susu)
3.Ibu Bapak susu (kakek)
4.saudara perempuan ibu susu (bibi dari pihak ibu susu)
5.Saudara perempuan bapak susu
6.cucu perempuan dari Ibu susu
7.Saudara perempuan sepersusuan
Persusuan Yang Menjadikan Haram
Dari Aisyah r.anha bahwa Rasulullah saw. Bersabda, ”Tidak bisa menjadikan haram, sekali isapan dan dua kali isapan.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:2148, muslim II: 1073 no:1450,Tirmidzi II: 308 no: 1160’Aunul Ma’bud VI: 69 no: 2049, Ibnu Majah I: 624 no:1941, Nassa’i VI:101).
Dari Aisyah r.anha berkata, ”Adalah termasuk ayat Qur’an yang diwahyukan. Sepuluh kali penyusuan yang tertentu menjadi haram. Kemudian dihapus (ayat) ayat yang menyatakan lima kali penyusuan tertentu sudah menjadi haram. Kemudian Rasulullah saw wafat, dan ayat Qur’an itu tetap di baca sebagai bagian dari al-Qur’an.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no:879m Muslim II:1075 no:1452, ’Aunul Ma’bud VI:67 no:2048, Tirmidzi II:308 no:1160, Ibnu Majah II:625 no:1942 sema’na dan Nasa’i VI:100). Dipersyaratkan hendaknya penyusuan itu berlangsung selama dua tahun, berdasar firman Allah, ”Para Ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. al-Baqarah :233)
Dari Ummu Salamah r.anha bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Tidak menjadi haram karena penyusuan, kecuali yang bisa membelah usus-usus di payudara dan ini terjadi sebelum disapih.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:2150 dan Tirmidzi II:311 no:1162).

Perempuan-Perempuan Yang Haram Dinikahi Untuk Sementara Waktu
1. Mengumpulkan dua perempuan yang bersaudara
Allah SWT berfirman, ”Dan menghimpun (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada mada lampau.” (An-Nisaa’:23).
2. Mengumpulkan seorang isteri dengan bibinya dari pihak ayah ataupun dari pihak ibunya.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, ”Tidak boleh dikumpulkan (dalam pernikahan) antara isteri bibinya dari pihak ayah dan tidak (pula) dari ibunya.” (Muttafaqun ’alaih: II:160, Tirmidzi II:297 no:11359 Ibnu Majah I:621 no:1929 dengan lafadz yang sema’na dan Nasa’i VI:98).
3. Isteri orang lain dan wanita yang menjalani masa iddah.
”Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki.” (An-Nisaa’ :24).
Yaitu diharamkan bagi kalian mengawini wanita-wanita yang berstatus sebagai isteri orang lain, terkecuali wanita yang menjadi tawanan perang. Maka ia halal bagi orang yang menawannya setelah berakhir masa iddahnya meskipun ia masih menjadi isteri orang lain. Hal ini mengacu pada hadits dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus pasukan negeri Authas. Lalu mereka berjumla dengan musunya, lantar mereka memeranginya. Mereka berhasil menaklukkan mereka dan menangkap sebagian di antara mereka sebagai tawanan. Sebagian dari kalangan sahabat Rasulullah saw merasa keberatan untuk mencampuri para tawanan wanita itu karena mereka berstatus isteri orang-orang musyrik. Maka kemudian Allah SWT pada waktu itu menurunkan ayat, ”Dan (diharamkan pula kamu mengawini) wanita-wanita bersuami kecuali budak-budak yang kamu miliki. ’Yaitu mereka halal kamu campuri bila mereka selesai menjalani masa iddahnya. (Shahih: Mukhtashar Muslim no:837, Muslim II:1079 no:1456, Trimidzi IV: 301 no:5005, Nasa’i 54 VI:110 dan ’Aunul Ma’bud VI:190 no:2141).
4. Wanita yang dijatuhi talak tiga
Ia tidak halal bagi suaminya yang pertama sehingga ia kawin dengan orang lain dengan perkawinan yang sah. Allah SWT berfirman, ”Kemudian jika si suami mentalaqnya (ssudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (Al-Baqarah :230).
5. Kawin dengan wanita pezina
Tidak halal bagi seorang laki-laki menikahi wanita pezina, demikian juga tidak halal bagi seorang perempuan kawian dengan seorang laki-laki pezina, terkecuali masing-masing dari keduanya tampak jelas sudah melakukan taubat nashuha. Allah menegaskan, ’Laki-laki yang berzina tidak boleh mengawini kecuali perempuan berzina atau perempuan musryik; dan perempuan yang berzina tidak boleh dikawini melainkan oleh laki-laki berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (An-Nuur : 3).
Dari Amr bin Syu’aib, dari ayanya dari datuknya bahwa Martad bin Abi Martad al-Ghanawi pernah membawa beberapa tawanan perang dari Mekkah dan di Mekkah terdapat seorang pelacur yang bernama ’Anaq yang ia adalah teman baginya. Ia (Martad) berkata, ”Saya datang menemui Nabi saw. lalu kutanyakan kepadanya ”Ya Rasulullah bolehkah saya menikah dengan ’Anaq Mak Beliau diam, lalu turunlah ayat, ”Dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.” Kemudian Beliau memanggilku kembali dan membacakan ayat itu kepadaku, lalu bersabda, ”Janganlah engkau menikahinya.” (Hasanul Isnad: Shahih Nasa’i no:3027, ’Aunul Ma’bud VI:48 no: 2037, VI:66 dan Tirmidzi V:10 no:3227).


Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 567 – 575.

Jumat, 02 Maret 2012

MENJADI PEMENANG ITU HAK ANDA

Sebagaimana hal ihwal penciptaan diri kita, sejak semula kita ini adalah pemenang sejati yang telah bersaing dengan jutaan sel sperma yang lain untuk membuahi sel telur sang ibu. Dari semula kita adalah pemenang yang luar biasa. Tidak bisa dibantah lagi, kita ini sang juara sejati.
Pertanyaannya sekarang, mengapa sekarang kita menjadi manusia yang sering pesimis, baru menghadapi kegagalan sekali sudah putus asa? Mengapa kebanyakan dari kita berpikir seperti seorang pecundang?
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi hal tersebut, tapi menurut saya faktor yang dominan adalah faktor mental. Kebanyakan dari kita hidup dan dibesarkan di lingkungan yang pesimis, dan di sekolah pun kita tidak pernah diajarkan bagaimana cara memiliki atau menumbuhkan mental positif. Di sekolah, jika kita tidak bisa menjawab soal/pertanyaan dengan jawaban benar (menurut guru) maka kita akan dicap sebagai anak bodoh. Dan ngerinya jika kita menyetujui atau mempercayai cap tersebut secara mental maka akan benar-benar jadi bodohlah kita.
Demikian juga bila kita hidup di keluarga yang serba kekurangan, biasanya orang tua kita akan berkata, “Kita tidak bisa ini, kita tidak punya itu, kita ini orang miskin yang tidak punya apa-apa.” Atau, “Jangan mimpi yang tidak-tidak, bisa makan saja sudah untung.” Demikian seterusnya, kata-kata negatif semacam itu selalu kita dengar hampir sepanjang hari sehingga lambat laun hal itu kita percaya sebagai sebuah kebenaran atau sebuah takdir yang tidak bisa dirubah.
Oleh sebab itu, anak-anak yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga orang sukses akan lebih mudah meraih sukses yang mereka impikan karena kata-kata dan sugesti positif selalu ia dapatkan dari lingkungannya. Namun, anak-anak yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga yang serba kekurangan akan lebih sulit untuk sukses karena kalimat dominan yang sering mereka dengar adalah kalimat negatif yang menyugesti diri sendiri kepada ketidakberdayaan. Kepercayaan orang tua mereka juga rata-rata adalah kepercayaan para pesimis yang secara tidak mereka sadari mengabaikan potensi alami manusia yang sebenarnya luar biasa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Adil. Kalau kita mengikuti kepercayaan mereka yang kurang tepat tersebut tentu saja sampai mati pun kita tidak akan mungkin mampu menemukan dan menggali potensi diri kita yang sesungguhnya luar biasa.
Maka untuk menjadi sang Juara Sejati, langkah pertama yang harus kita ambil adalah merubah mental kita menjadi mental juara. Apapun hambatan yang menghadang, kita harus bisa menyugesti diri sendiri bahwa kita mampu melewatinya. Bagaimana pun keadaan kita saat ini—memperihatinkan atau mengenaskan–kita harus bisa meyakinkan diri bahwa kita adalah Pemenang Sejati. Dengan begitu, akan ada motivasi dari dalam yang akan membangkitkan semangat agar kita bisa bangkit dan keluar dari belenggu diri.
Membebaskan pikiran dari belenggu ketidakmampuan bukanlah hal yang mudah, tapi jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, pasti kita bisa dan memang bisa. “Jangan mau seumur-umur dibodohi diri sendiri”, begitu kata Drs. Waidi, MBA. Ed dalam bukunya, “Self Empowerment by NLP”.
Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap diri kita pasti punya kekurangan atau kelemahan. Tapi bukan berarti kita harus bersedih atau putus asa karena kelemahan tersebut. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan itu Maha Adil; selain kelemahan, ternyata kita juga dikaruniai kelebihan atau keunikan yang melekat pada diri kita. Satu-satunya jalan adalah kita harus memfokuskan perhatian pada kelebihan dan keunikan diri kita tersebut sehingga hal itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk menggali potensi agar kita menjadi manusia yang luar biasa. Dari sini kita bisa memahami bagaimana pentingnya memiliki mental juara.
Mental juara itu selalu berkata, “Anda unik, Anda punya kelebihan, Anda bukan manusia sembarangan!” Mental juara juga akan berkata, “Anda pasti bisa kalau mau mencoba, selalu ada jalan untuk mewujudkannya, jangan pernah putus asa!” Mental juara akan membawa kita menjadi juara yang sesungguhnya karena selalu ada kekuatan di balik sebuah kepercayaan. Semakin kita meyakini, semakin dekat dengan kenyataan. Demikian juga dengan sikap mental juara, ia akan membuat kita semakin percaya diri dalam melangkahkan kaki menyusuri kehidupan ini ke arah tujuan hidup kita.
Sebagaimana proses awal penciptaan diri kita; kita adalah seorang pemenang dan memang “dilahirkan untuk menang” maka menjadi seorang pemenang adalah hak saya, hak Anda, hak kita semua. Mulailah dengan memiliki mental juara dan yakinkan diri kita bahwa menjadi pemenang adalah hak kita. Kita tidak hanya bisa menjadi penonton para juara, tapi kita juga bisa menjadi sang Juara sejati–seperti mereka yang mungkin menjadi idola kita—dalam kehidupan nyata. Akhirnya, ucapkanlah “selamat jalan/selamat tinggal” kepada para pecundang atau para pesimis yang bersemayam dalam diri kita, “Daaa…! Bye-bye…!”
Percayalah, menjadi seorang pemenang adalah hak Anda! Anda adalah sang juara sejati…!
Sekarang, beranikah Anda mengubah mental dan pikiran Anda…?


Sumber : http://agusriyanto.wordpress.com/2007/11/10/mental-juara-menjadi-pemenang-adalah-hak-anda/

Senin, 27 Februari 2012

KISAH WANITA – WANITA SHALEHAH PADA ZAMAN RASULULLAH DAN MASA KINI

KISAH WANITA – WANITA SHALEHAH PADA ZAMAN RASULULLAH DAN MASA KINI


(oleh: Ali Sa’adan)

“ Dunia adalah Perhiasan
Dan sebaik – baik keindahan adalah
Wanita Shalihah ”
“Sebaik – baik wanita adalah wanita shalihah”

A. Siapakah wanita shalihah itu ?
Wanita shalihah itu adalah wanita cantik lahir dan bathin, ia memiliki kecantikan asli atau kecantikan asli atau kecantika ideal. Secara fisik, darah daging dan tulang –belulangnya bersih dari benda – benda haram. Sedang bathinnya bersih dari kotoran kejiwaan seperti syirik, kufr, nifaq dan fusuk. Kesuciannya seorang wanita shalihah disebabkan juga karena selalu membasahi lidahnya dengan zikr atau annur (al-qur’an).
Dalam kata lain wanita shalihah adalah wanita cantik yang benar – benar mencintai Allah dan Rasul-Nya dan mencintai semua pecinta – pecinta Allah. Sedangkan wanita tidak cantik adalah wanita – wanita penghuni neraka, yang hidupnya mengundang dan mendatangkan fitnah, bencana dan malapetaka dalam hidupnya.
1. Kisah wanita shalihah di zaman Rasulullah

Jika kita melirik kebelakang kisah wanita dizaman Rasulullah, maka kita kan terbayang sepintas wanita shalihah seperti istirinya Rasulullah, yang senantiasa taat kepada Allah dan patuh terhadap suami. Wanita dizaman Rasulullha khususnya yang dekat dengan beliau, mereka sangat menjaga yang namanya aurat, sebagaimana ungkapan dalam kitab Al-Mujma’ al- bihar “ wanita itu aurat”. Artinya apabila ia keluar rumah, dia merasa malu dilihat orang sebagaimana dia merasa malu jika auratnya kelihatan.

Aurat adalah apa saja yang kalau kelihatan dia merasa malu. Wanita dizaman Rasulullah saw sangat memelihara yang disebut aurat, kecantika dan perhiasan tubuh badan wanita apabial dilihat oleh orang lelaki dapat menggiurkannya dan menyelewengkannya dari kebenaran, maka ia sangat merasa malu. Coba lihat kisah wanita para isteri rasulullah yang shalihah, dengan keshalihan mereka terjamin bersama Rasulllah.

2. Wanita – wanita masa kini

Dulu dan sekarang memang orang mengatakan mirip tapi beda. Kalau saya mengatakan perbedaan sekarang dan yang dulu itulah pengaruh budaya dan dekandensi moral yang merosot. Berbicara wanita sekarang berarti berpatron kepada wanita yang dulu (zaman Rasulullah) akan terdapat banyak perbedaan yang walaupun dari katanya titelnya yang tidak berbeda. Seorang wanita akan terlirik langsung dengan orang lain karena pakaiannya, kesopanannya serta akhlaknya. Kini wanita yang disebut shalihah hampir kita jumpai langka yang walaupun berpakaian rapi. Akan tetapi kerapian yang ada padanya bukan seperti kehendak syariat, melainkan mode. “ Orang – orang wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang meliuk-liuk badannya dan rambutnya disasak, mereka itu tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya surga, padahal baunya bisa tercium dari jarak perjalanan jauh lima ratus tahun” . (hadits Rsulullah)

Pemahaman ini bermaksud wanita sekarang ini hampir kebanyakan walaupun berjilbab belum terjamin sebagai wanita shalihah. Kalau tatapan matanya masih jalang, senang mengobral senyum, gerak – geriknya yang erotis nada suaranya yang di buat – buat, sehingga dapat membangkitkan gairah birahi lawan jenis. Hal yang seperti inilah wanita sebagai sumber fitnah. Maka sebutlah ia laksana wani – wanita jahiliyah. Sebahagian yang wanita shalihah kini adalah orang yang beruntung dalam hidup dan kehidupannya, mudah – mudahan akan tercium mereka bau surganya Allah amin yaa rabbal ‘alamin.

Cantik adalah dasar rupanya, akal mengatakan wanita cantik atas dasar ilmunya dan kepandaiannya. Dan hati mengatakan wanita cantik atas dasar akhlaknya. Akhlak adalah bunga (hiasan) diri kita, tanpanya hilanglah perhatian manusia pada kita.

Hadist Rasulullah SAW
“Apabila seorang wanita telah melakukan shalat lima waktu dengan sempurna, berpuasa di bulan Ramadhan cukup syarat, menjaga harga diri, serta menanti suaminya, maka diakhirat akan diseru Allah untuk masuk kedalam surga dari arah pintu mana yang ia sukai” (Riwayat Al-Bazzar).


Diposkan oleh MUTIARA DAKWAH di 14:22

Sabtu, 11 Februari 2012

Hubungan antara Religius dengan Spiritual

Selama ini kita selalu menganggap bahwa religius (agama) dan spiritual (ketuhanan) adalah satu konsep yang sama. Bahkan terkadang kata religious menggantikan kata sipiritual ataupun sebaliknya dalam pemahaman sehari-hari.
Religius dan spiritual adalah dua buah konsep (kata) yang berbeda. Saya tidak akan membawa anda ke arah pembahasan filsafat dalam memisahkan dan menjelaskan kedua kata ini. Saya akan memberikan ilustrasi dibawah ini, yang akan memberikan gambaran bahwa memang keduanya (spiritual dan religius) berbeda pemaknaannya.
Apakah anda seorang yang membenci seorang yang tidak beragama? Ya, itu pasti, karena negara kita memang bukan negara ateis? Tapi jika di tanyakan, apakah anda benci kepada orang yang tidak bertuhan? Pasti anda juga mengatakan ya, dan negara kita pun berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Tetapi sadarkan anda bahwa, yang paling parah diantara keduanya adalah pernyataan yang kedua. Padahal, itu dialami oleh kebanyakan orang, bahkan seorang yang taat dalam beragama sekalipun.
Ini adalah pertanda bahwa anda sangat rancu dalam memahami antara agama dan ketuhanan. Beberapa agama yang ada, jika kita pelajari lebih dalam, tidak mempunyai konsep ketuhanan yang jelas, bahkan tidak mempunyai konsep tuhan sama sekali. Artinya, bahwa agama dan ketuhanan itu adalah sebuah konsep yang berbeda.
Seorang yang beragama belum tentu mempunyai pengalaman spiritual. Seseorang yang rajin sholat misalnya, belum tentu bisa merasakan sisi-sisi ketahunan dalam shalatnya. Artinya orang ini hanya menjalankan shalat seperti yang diperintahkan dalam agama (syariat), tanpa menghadirkan sisi ketuhanan dalam shalatnya. Sehingga, seorang yang beragama belum tentu dapat mengontrol perilaku-perilakunya atas nama ketuhanan (spiritual).
Secara logis, agama adalah serangkaian ritual yang sudah baku dan tidak bisa keluar dari yang aturan yang sudah dibakukan itu. Sedangkan spiritual adalah perasaan dan penghayatan akan sisi-sisi ketuhanan atau sesuatu yang dianggap berkuasa diluar kuasa manusia. Jadi orang beragama dengan taat belum tentu mempunyai pengalaman spiritual, sebaliknya orang yang tidak beragama, belum tentu juga tidak pernah merasakan adanya sifat-sifat tuhan yang ada dalam kehidupannya.
Tapi jika kita mempelajari beberapa agama yang ada, tidak bisa juga dipungkiri bahwa, ada beberapa agama yang mengajarkan bagaimana menghubungkan antara pengalaman spiritual dalam bingkai ritual keagamaan. Ritual keagamaan ini dimaksudkan untuk memuja dan menghadirkan spiritual (ketuhanan). Sehingga, jika ada seseorang yang melaksanakan ritual agama, tanpa menghadirkan ketuhanan dalam ritualnya, berarti orang tersebut memisahkan antara ritual keagamaannya dengan sisi-sisi ketuhanan yang seharusnya dihadirkan. Bisa jadi orang yang taat beragama tidak bertuhan, karena dalam pelaksaan ritual keagamaannya tidak menghadirkan/merasakan sisi-sisi spiritual (ketuhanan).

Digital Library IAIN Sunan Ampel - WELCOME | Powered by GDL4.2

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=digital%20library%20iaian%20sunan%20ampel&source=web&cd=1&ved=0CCEQFjAA&url=http%3A%2F%2Fdigilib.sunan-ampel.ac.id%2F&ei=8GE1T6LHBYHUrQfp_vy5Dw&usg=AFQjCNEAIkbO84Zxk_dPjw5VtYVOwjbwFg&sig2=WZtyRM4g5PfF4SCDGRa2ww&cad=rja

Kamis, 09 Februari 2012

http://sari-sehat.com/index.php?page=produk&id=3

MEDIVEN

Cepat dan Tuntas Atasi Wasir
Hemorrhoid atau lebih dikenal sebagai sakit wasir merupakan kelainan di sekitar anus sebagai akibat dari pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang menyebabkan terjadinya pembengkakan (hemorrhoid) sehingga terjadi penonjolan di sekitar anus.

Aturan Minum :

Untuk pencegahan :
  • Anak-anak     : 2 kali sehari @ 1 kapsul, selama 3 – 4 hari
  • Dewasa    : 3 kali sehari @ 1 kapsul, selama 3 – 4 hari

Untuk pengobatan :
  • Anak-anak    : 3 kali sehari @ 1 kapsul, sampai keadaan membaik / sembuh
  • Dewasa    : 3 kali sehari @ 2 kapsul, sampai keadaan membaik / sembuh

Khasiat :
  • Sangat manjur untuk mengobati wasir / ambein kronis / menahun.
  • Mengurangi pembengkakan / benjolan pada anus akibat wasir.
  • Mengurangi rasa nyeri dan panas serta pendarahan akibat wasir
  • Mengembalikan kepercayaan diri bilamana anus (dubur) teras turun saat penyakit wasir kambuh.

Komposisi

  • Graptophylli Folium extract................200 mg
  • Caricae Folium Extract.......................100 mg
  • Flos Sophorae Japonicae Extract......75 mg
  • Rhei Radix Extract.................................50 mg
  • Catechu Extract.....................................25 mg
  • Andrographidis Folium extract...........25 mg
  • Bahan lain.......................................... ...25 mg

http://www.socialvibe.com/?rs=blogger_badge

Senin, 06 Februari 2012

Haruskah Kita Bersabar Menantikan Masa Depan ???

Haruskah Kita Bersabar Menantikan Masa Depan ???

Kita sering gelisah dengan masa depan; akan menjadi seperti apakah hidup saya nanti? Bahkan kadang kita tergoda untuk bertanya kepada para peramal. Berbagai cara kita tempuh agar bisa tahu apa yang akan terjadi nanti. Kita mengira jika mengetahui masa depan maka kehidupan kita akan semakin baik. Benarkah demikian?
 
Nabi Khidr mengingatkan jika Musa tidak akan bisa bersabar mengikuti dirinya. Nabi Musa pun menyaksikan tindakan-tindakan aneh Nabi Khidr, sehingga dia tidak lagi bisa membiarkannya. Sebelum berpisah Nabi Khidr menjelaskan, mengapa dia melakukan semua tindakannya. Semua itu bukanlah kehendaknya, melainkan atas petunjuk Tuhan yang memberinya pengetahuan tentang apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya termasuk yang penasaran dengan masa depan. Dan saya, tentu lebih tidak sabar dibandingkan Nabi Musa. Maka bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar bersabar atas rahasia masa depan;



saya ajak untuk memulainya dengan memahami dan melakukan 5 prinsip Natural Intelligence berikut ini:
 
1. Mengendarai waktu yang menuju ke masa depan.
Selain waktu, tidak ada alat transportasi lain yang bisa membawa kita kepada masa depan. Karena waktu bertugas untuk membawa kita menuju kesana. Maka kendarailah waktu. Dan arahkan dia kepada masa depan yang mana Anda ingin menuju. Sebagai sebuah kendaraan, waktu bisa membawa kita kemasa depan yang nyaman, atau menyebalkan. Jika kita menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang baik, misalnya. Maka pasti kita akan sampai ke tempat yang baik. Namun jika kita menggunakan waktu untuk melakukan tindakan-tindakan yang buruk, maka cepat atau lambat kita akan dibawanya kepada masa depan yang pasti buruk. Waktu adalah kendaraan yang melekat dalam diri kita. Tidak bisa ditolak. Namun bisa kita kendalikan arahnya, melalui pilihan perilaku dan perbuatan kita dalam detik demi detiknya. Maka apapun yang kita lakukan dalam setiap detak waktu itu, merupakan cara kita dalam memberi arah kepadanya.



2. Belum tentu kita sanggup mengetahui masa depan yang buruk.
Tak seorang pun sanggup menerima berita buruk tentang masa depannya. “Setidaknya, saya bisa bersiap-siap,” mungkin begitu kilahnya. Mari kita bertanya kepada diri sendiri; mana yang lebih mungkin terjadi jika kita diperkenankan untuk mengetahui masa depan kita yang buruk. Apakah kita akan tabah, atau malah semakin gelisah? Saya tidak yakin jika kita akan semakin tabah. Boleh jadi malah kita tergoda menyalahkan nasib; mengapa harus seperti ini? Mungkin kita menuduh Tuhan tidak adil. Atau, mungkin kita berpikir; jika masa depan gue seburuk itu, ngapain mesti susah-susah menjadi orang yang baik? Jadi orang rusak sekalian saja. Kita, belum tentu sanggup untuk mengetahui masa depan yang buruk. Sehingga membiarkannya tetap menjadi misteri, mungkin jauh lebih baik.



3. Belum tentu kita sanggup mengetahui masa depan yang baik.
Kita tahu jika masa depan itu adalah hasil dari masa kini. Apa yang kita lakukan sekarang, sedikit banyaknya menentukan apa yang akan kita dapatkan dimasa depan. Tetapi jika Anda diramalkan akan mendapatkan masa depan yang baik, masihkah Anda bersedia untuk bersusah payah sekarang? Saya tidak yakin. Jika kita sudah tahu ‘akan menjadi orang sukses’ misalnya. Mengapa kita mesti ‘menderita’ sekarang? Bukankah sesuai ramalan kita ‘santai-santai’ pun akan mendapatkan masa depan yang ‘baik’ itu? Sifat dasar manusia adalah untuk mencari kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Jadi jika kita sudah ‘tahu’ masa depan kita akan baik, maka kemungkinan terbesarnya adalah; kita enggan untuk berjuang melintasi jalur-jalur terjal yang menyakitkan. Jika ‘nasib baik’ itu belum juga datang, bisa jadi kita malah menghujat-hujat Tuhan; mengapa Dia terlalu lama menahan semua kebaikan itu? Padahal, apa yang kita lakukan sekarang sangat menentukan apa yang akan kita dapatkan dimasa depan.



4. Mengubah misteri masa depan menjadi kegairahan.
Banyak ramalan yang bercerita tentang ini dan itu. Namun kenyataan yang terjadi berbeda sama sekali. Hal itu menunjukkan bahwa tidak seorangpun benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi bahkan sedetik setelah saat ini. Makanya, memaksa masa depan untuk menampakkan dirinya bukan lagi gagasan brilian. Kitalah yang bertanggungjawab untuk membentuk masa depan seperti apa yang kita inginkan. Kitalah yang menentukan akan menjadi seperti apa masa depan kita nantinya. Kitalah yang yang membentuk sosok masa depan diri kita sendiri. Justru karena kita tidak tahu masa depan akan seperti apa; kita termotivasi untuk bekerja keras sekarang. Justru karena tidak tahu apa yang akan terjadi, kita mawas diri kini. Justru karena kita ingin mendapatkan esok yang indah, kita menjadi semakin bergairah. Dan gairah itu akan semakin menggelora, justru ketika kita membiarkan masa depan tetap menjadi misteri.



5. Que sera-sera – whatever will be, will be.
Apapun yang akan terjadi, ya terjadilah. Namun sebelum semuanya terjadi, biarkan kami untuk melakukan apapun yang bisa kami lakukan untuk merengkuh seluruh alunan lagu kehidupan dengan semerdu-merdunya. Apapun yang akan terjadi, ya terjadilah. Namun, sebelum semuanya itu terjadi, ijinkan kami untuk melakukan yang terbaik saat ini. Sungguh, tidak seorang pun yang memiliki masa depan. Karena belum tentu umur kita sampai kesana. Tetapi, setiap orang memiliki ‘saat ini’. Maka pada saat inilah kita berpijak. Dan kita boleh menggunakan ‘saat ini’ yang sudah jadi miliki kita untuk melakukan apapun sebaik yang kita bisa. Dan setelah saat ini berlalu, maka apapun yang akan terjadi, ya terjadilah. Karena setelah semua usaha terbaik kita lakukan saat ini, maka tidak ada sedikitpun kekhawatiran akan masa depan. Inilah yang dikatakan oleh guru kehidupan saya tentang makna tawakkal. Yaitu kita melakukan segala sesuatu dengan benar, sepenuh hati, dan bersungguh-sungguh. Setelah itu, hasilnya kita serahkan kepada Sang Pemilik masa depan. Biarkan Dia yang menilai, masa depan seperti apa yang pantas diberikan-Nya kepada kita berdasarkan semua yang sudah kita upayakan. Que sera, sera.



Kisah kitab suci tentang Nabi Khidr dan Nabi Musa menegaskan bahwa mengetahui masa depan tidak menjadikan hidup kita ‘normal’. Karena dengan tahu tentang masa depan, mungkin kita akan melakukan sesuatu yang dianggap aneh oleh orang-orang disekitar kita. Oleh sebab itu, mengetahui masa depan bukanlah gagasan yang menarik jika kita ingin hidup layaknya manusia normal pada umumnya. Keindahan hidup kita justru terletak pada misteri yang meliputi apa yang akan terjadi sedetik setelah ini. Jika kita tidak tahu akan mengalami peristiwa buruk, maka sekarang kita masih bisa bahagia. Jika kita tidak tahu akan mengalami peristiwa baik, maka sekarang kita memanfaatkan semua yang ada pada diri kita. Maka jika kita ingin bisa benar-benar menikmati hidup, kita perlu bersabar dalam menantikan masa depan.



Kamis, 02 Februari 2012

GENERASI PEMUDA NAGARI SISAWAH

Memulai dari tak ada apa-apa.....

Awal kata saya akan memberikan sebuah gambaran tentang apa yang telah saya lakukan sebelumnya tidak ada apa-apa bahkan nilainya sama sekali tidak ada. ketika saya meninggalkan sebuah nagari  Sisawah hati ini merasakan kesedihan yang tak terhingga. ketika malam datang tidak terbayangkan apa yang akan terjadi setelah osok nantinya. Dengan tekad yang bulat saya ingin belajar keluar sana walaupun itu sangat sulit saya lakukan. saya harus bisa meninggalkan semua keadaan yang terjadi demi masa depan yang akan saya capai. 
setelah sampai disana, kebingungan menjelma dalam pikiran, mau ngapain saya disini.....waktu terus berlalu dan hari berganti namun semangat tak pernah pudar dan sampai sekarang ku begini adanya....
 
walaupun demikian karena orang kampung dari Sagari Sisawah , tentunya saya sering pulang ke kampung halaman dengan berbagai keperluan. pada waktu itu, terlihat rumah-rumah yang sudah kosong lebih 15 tahun, melihat sawah terbentang luas tapi seperti orang yang tidak ada pemiliknya dan banyaknya semak belukar yang mengelilingi rumah. mungkin karena sudah dewasa, meneteskan air mata melihat keadaan yang ada pada saat itu. Iman q goyah kembali,.....saya belajar tidak ada manfaat buat kampung sendiri dan yang ditinggalkan tak ada perobahan,, ingin merobah keadaan tapi gak ada daya....
 
Setiap berada di kampung saya bertekad untuk cerita-cerita dengan keluarga & orang kampung, saya sering mendengarkan mahalnya mahalnya segala kebutuhan pokok. Padahal kampung halaman saya ini, apalagi Sisawah berbasis pertanian & pertenakan sebagai tumpuan hidup keluarga-keluarga di pelosok - pelosok nagari. Dengan hasil tani & ternak itu pula mereka membiayai anak-anaknya bersekolah hingga ke perguruan tinggi.

Telinga saya sering mendengar, bahwa hampir diseluruh perguruan tinggi ternama di Indonesia, terdapat guru besar, dosen dari Minangkabau yang mengajar di perguruan tinggi ternama. Mulai dari ITB, UI, IAIN Syarif Hidayatullah, ITS, UGM, IPB, Tapi kalau  Universitas yang ado di Padang bisa dikatakan seluruh dosennya Urang awak juo.
 
Pertanyaan bagi saya, kenapa saya tidak bisa seperti mereka....dan  tidak sempat bertanya kepada mereka....mungkina itulah kebodohan saya, terkadang saya hanya bisa bertanya dan mencari informasi terhadap mamak saya yang terkenal yaitu mamakGoogle.  
  
saya sebagai orang yang muda, semangat saya tak akan pernah pudar yang terbiasa dibesarkan dirantau dan memiliki keinginan mencari ilmu pengetahuan dan ingin merobah keadaan ini untuk masa yang akan datang adanya secercah harapan untuk menginginkan apa yang ada diluar sana kami ingin juga memiliki dan tidak mau ketinggalanbaik itu dari segi Agama, teknologi Pertanian & Peternakan, Pariwisata hingga Industri skala Rumah Tangga. Terbayang dimata saya, 5 tahun  saya ingin memperoleh tentang bahan-bahan dari luar sana baik itu negara maju dan kampus yang ada di Indonesia, sehingga kita semua dapat mempelajarinya yang ada di nagari ini dan minangkabau pada umumnya. sehingga menciptakan masyarakat Madani yang lepas dari jeratan Kapitalisme. Masyarakat yang bisa membuat apa yang mereka ingin buat dan apa yang ingin mereka kembangkan.
 
akhir kata dari saya, 
Wassalam,
Terimakasih
 
Semoga Angku, Mamak, Bundo sarato Dunsanak sakalian bisa memahami harapan saya ini, dan semoga Allah SWT bisa mengabulkan mimpi saya ini kelak dikemudian hari, amin amin amin ya Rabbal alamin.
 
 
 
 

Jumat, 04 November 2011

KHUTBAH IDUL ADHA

KHUTBAH IDUL ADHA Firman Allah SWT: “Sungguh Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah orang yang akan terputus.” (Al Kautsar: 1 – 3) Pada hari ini berjuta-juta umat Islam berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka, berjalan dengan penuh perasaan gembira dan haru menuju masjid-masjid dan tanah lapang tempat diselenggarakannya shalat ‘Idul Adha. Ini adalah wujud syukur kita sebagai umat Islam dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT. hanya umat Islam sajalah yang mau mengagungkan syiar agama Allah secara murni di akhir zaman ini. Sementara umat agama yang lain sudah meninggalkan ajaran nabi Ibrahim yang sebenarnya masih mereka akui sebagai bapak dari segala agama. Sayangnya pengakuan itu hanya sebatas gerakan lidah yang tidak pernah wujud dalam amal kehidupan beragama mereka. Shalat ‘Idul Adha adalah sunnah nabi kita yang masih dipegang teguh oleh segenap umat Islam sampai saat ini. Di mana-mana di segenap penjuru dunia orang begitu bersemangat menghadiri shalat jamaah terbesar dalam Islam, yaitu ‘Idul Adha ini. Sementara tadi malam dan berturut-turut sampai tanggal 13 Dzulhijjah nanti di segenap penjuru dunia para umat nabi tidak henti-hentinya mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid, memuji dan mengagungkan Allah SWT. atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada umat ini. Gema takbir, tahlil dan tahmid ini bukan amalan baru dalam Islam. Amalan ini telah berusia lebih 5000 tahun, yakni sejak zaman nabi Ibrahim AS. selesai menyembelih anak sulungnya yang tercinta, nabi Ismail AS. peristiwa penyembelihan ini telah diganti Allah dengan seekor Qibasy yang sangat besar, berasal dari Surga, yang belum pernah ada wujud di dunia ini Qibasy sebesar itu. Allah berfirman dalam surat As Shafat ayat 107: “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang sangat besar Shalat ‘Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Ada beberapa anggapan yang salah pada diri kaum muslimin. Antara lain mereka menganggap bahwa hari raya ‘Idul Adha ini adalah hari raya Haji. Sehingga, yang menjadi patokan mereka dalam menentukan waktu shalat ‘Idul Adha dan hari raya ‘Idul Adha adalah peristiwa wuquf di Arafah. Artinya, jika jemaah haji telah melaksanakan wuquf di Arafah, maka secara otomatis keesokkan harinya mesti dilaksanakan shalat ‘Idul Adha. Anggapan ini jelas keliru dan salah besar. Dalam Islam tidak ada hari raya haji yang ada adalah hari raya ‘Idul Adha atau hari raya Qurban. Dan, ‘Idul Adha itu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Tidak ada kaitannya dengan wuquf di Arafah sana. Bahkan, wuquf di Arafah itu sendiri jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah adanya. Tentu saja untuk mengukur tanggal 9 ini diperlukan melihat bulan yang menunjukkan jatuhnya tanggal 1 Dzulhijjah. Tidak akan ada wuquf jika tidak pada tanggal 9 Dzulhijjah. Perlu diketahui bahwa perhitungan tanggal 9 Dzulhijjah dan tanggal 10 Dzulhijjah tidak mesti sama dalam setiap wilayah. Arab Saudi dan Indonesia adalah dua negara yang letaknya berjauhan dan berdiri pada mathla’ yang berbeda. Oleh karena itu tidak aneh jika hari raya ‘Idul Adha pada kedua negara jatuh pada hari yang berbeda. Ada orang yang mengatakan bahwa negara Indonesia empat jam lebih dahulu siang dari Saudi Arabia. Artinya, waktu/jam yang kita miliki terdahulu empat jam dari Saudi Arabia. Bagaimana mungkin hari raya lebih dahulu terjadi di Saudi Arabia? Orang ini tidak mengerti bahwa jika berbicara tentang 10 Dzulhijjah, berarti kita berbicara tentang bulan, bukan matahari. Dan, jika berbicara tentang bulan, justru bulan lebih dahulu terlihat di Barat dari pada di Timur, negeri Indonesia ini. Apabila Indonesia lebih dahulu hari raya dari Saudi Arabia justru hal ini salah menurut perhitungan ilmu Falaq. Apalagi hari raya ‘Idul Adha tidak ada kaitannya dengan ibadah Haji di Mekkah. Justru orang yang shalat ‘Idul Adha adalah mereka yang tidak melaksanakan ibadah Haji. Sementara jamaah Haji semuanya sedang melempar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah itu dan tidak shalat ‘Idul Adha sebagaimana kita di Tanah Air ini. Perlu diketahui bahwa nabi dan shahabat-shahabat beliau berhari Raya Iedul Adha selama 4 kali yakni sejak tahun keenam Hijriyah. Saat itu tidak ada orang yang wukuf di Arafah. Bukankah nabi dan shahabat baru naik haji pada tahun kesepuluh Hijriyah? Nah, ternyata dulu ada 4 kali Iedul Adha telah nabi lakukan, tanpa adanya orang wukuf di Arafah....! Ini bukti Iedul Adha tidak berkaitan dengan Arafah. Bahkan jika tidak ada orang yang wukuf di Arafah, tidaklah berarti Iedul Adha akan menjadi batal dilaksanakan. Allahu Akbar Walillahilhamd..... Setelah selesai shalat ‘Idul Adha ini, ada satu acara besar yang merupakan ibadah dalam agama Islam yang kita cintai ini, yaitu menyembelih hewan Qurban. Sebenarnya syariat menyembelih hewan qurban ini adalah merupakan ajaran pada setiap agama. Sayang, semua agama kecuali Islam saat ini telah mengingkari ibadah qurban ini. Allah SWT. telah menegaskan hal ini dalam Al Quranur Karim surat Al Hajj ayat 34: “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah.” Kini, syariat menyembelih hewan qurban telah dihapus dari semua kitab suci yang ada kecuali Al Quran yang memang dijamin Allah keasliannya sampai dunia kiamat. Namun, tidak dapat dipungkiri kini pula segala umat yang lain merasa menyesal dan iri hati melihat keberadaan syiar Islam dalam penyembelihan hewan qurban. Sehingga andaikata masih ada ayat tentang syariat menyembelih hewan qurban dalam agama mereka pastilah mereka akan mengekor dan mengikuti umat Islam tanpa malu-malu. Mereka telah melihat betapa dahsyatnya pengaruh dan guncangan ruhaniyah yang dihasilkan oleh ibadah qurban ini. Alangkah celakanya jika ada orang Islam yang mengaku pengikut nabi Muhammad SAW. akan tetapi berlaku bakhil atas hartanya, dan tidak mau menyembelih hewan qurban atas nama keluarganya sekali setahun ini. Banyak hari ini umat Islam yang mengaku miskin alias tidak mampu berqurban padahal mereka setiap hari memfoya-foyakan uang mereka padahal hal yang dibenci Allah bahkan tidak jarang mereka belanjakan pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Mereka menganggap remeh syariat berqurban ini. Ada yang mengaku tidak mampu menyembelih hewan qurban padahal dia setiap hari menghisap rokok. Jika saja orang ini menghabiskan satu bungkus rokok setiap hari senilai Rp. 10.000, maka dalam setahun orang ini telah menyia-nyiakan uangnya sebesar Rp. 3.600.000 (Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah). Sialnya, tanpa malu-malu orang ini berani meminta surga kepada Allah. Bagaimana Allah mau menyayangi orang seperti ini, padahal ia sendiri tidak mau menyayangi dirinya sendiri. Setiap hari dirinya menghisap racun rokok (menurut ahli kesehatan ada sekitar 4 ribu racun dalam rokok), dan memasukkan racun tersebut ke dalam tubuhnya, dengan mengeluarkan uang berjuta-juta sepanjang tahun. Sementara orang-orang miskin yang kekurangan gizi yang seharusnya mendapat sokongan agama untuk memakan makanan bermutu setiap tahun berupa daging hasil sembelihan qurban kaum muslimin, tidak diperdulikan bahkan diabaikannya begitu saja. Nabi bersabda: “Barangsiapa memiliki kemampuan harta tetapi dia tidak menyembelih hewan qurban, maka janganlah dia menghampiri tempat shalat kami” (HR. Ahmad). Hadits ini begitu keras. Nabi mengusir orang-orang yang bakhil yang tidak mau berqurban, sehingga mereka tidak diizinkan ikut shalat ‘Idul Adha bersama nabi, bahkan mendekat saja dengan tanah lapang (musholla) tempat nabi dan para sahabat shalat mereka tidak diizinkan. Itulah sebabnya mengapa mazhab Hambali mengatakan ibadah qurban adalah fardhu hukumnya. Sementara dalam mazhab Imam Syafi’i ikutan kita hukumnya sunnah muakkad. Artinya, ibadah ini tidak pernah ditinggalkan nabi seumur hidupnya. Oleh karena itu, kita tidak dapat menerima alasan orang yang menolak ibadah qurban ini dengan alasan tidak mampu, sementara setiap hari orang ini menghisap rokok. Maka dari itu sadarilah wahai kaum muslimin! Berqurban seekor kambing hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1.200.000 pertahun. Tidak berat dan tidak merugikan sama sekali. Ada beberapa hasil yang akan dicapai dari ibadah qurban ini: 1. Menumbuhkan rasa cinta sesama kaum muslimin, baik antara orang kaya kepada orang miskin maupun dari si miskin kepada orang kaya. 2. Menimbulkan perasaan bersyukur atas nikmat harta yang diberikan kepada kita. 3. Memperbaiki gizi makanan masyarakat miskin. 4. Menimbulkan syiar Islam dan memadamkan cahaya agama lain. Semoga kiranya tulisan ini dapat menggugah kita membahanakan syiar qurban dan syiar ‘Idul Adha serta syiar agama kita ke seluruh penjuru agar dengan demikian cahaya Islam bersinar terang ke seluruh alam dan kita pun termasuk orang-orang yang bertakwa karena termasuk dalam golongan orang yang mau bersusah payah mengagungkan syiar Allah. Firman Allah SWT. dalam surat Al Hajj ayat 32: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya perbuatan itu timbul dari hati yang bertakwa”.

Kamis, 27 Oktober 2011

ADAT ISTIADAT MINANGKABAU

ADAT ISTIADAT MINANGKABAU (downloaded from RantauNet, Airland) I. P E N D A H U L U A N 1. MINANGKABAU 1. 1 Minangkabau adalah nama suatu bangsa, nama suatu kebudayaan sebagai hasil karya, cipta, karsa, daya dan upaya suku bangsa itu untuk memenuhi kebutuhan material dan nonmaterialnya dalam suatu wilayah yang juga bernama Minangkabau. Bagi masyarakat Minangkabau dinamakan "ADAT ISTIADAT MINANGKABAU" yang dianutnya semenjak berabad-abad yang lampau sebagai ciptaan nenek moyang mereka yakni dua tokoh legendaris Datuak Pertatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan. 1.2 Berbicara tentang Adat Minangkabau, menggali dan mempelajari dan mengamalkannya, bukanlah bermaksud menonjolkan sukuisme, tetapi adalah berbicara tentang salah satu ke Bhinekaan dari kebudayaan nasional yang BERBHINNEKA TUNGGAL IKA, sesuai dengan maksud yang terkandung dalam pasal 32 UU dasar 45. Yang berbunyi: Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. 1.3 Adat Minangkabau sebagai salah satu bagian dari kebudayaan nasional diwarisi dari nenek moyang dahulunya bukanlah merupakan pengetahuan yang dikodivikasikan sebagaimana layaknya pengetahuan sosial lainnya di dunia. Adat Minangkabau diterima secara turun tenurun dari mulut kemulut (Warieh Samo Dijawek, Tutua Samo Didanga) melalui pepatah-petitih, mamang, bidal, Pantun, dan Gurindam Adat. Di-mana seluruh kalimat-kalimatnya mengandung pengertian yang tidak langsung (Inderect). Di Minangkabau disebut dengan pengertian (Kieh) atau Kiasan, yang sangat sulit diartikan secara logika sesuai dengan letterlecht, kalau diartikan menurut pengertian logika, maka hasilnya akan bertentangan logika itu sendiri (mustahil). Akhirnya orang yang membaca atau mendengar pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam adat itu tidak benar, kolot, bertentangan dengan kemajuan bahkan menghalangi pembangunan. Justru Adat Minangkabau yang dihimpun dalam papatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam adat itu membutuhkan kejelian, kecepatan dan ketepatan, akal pikiran (raso-pareso, ereang-gendeang, kilek jo bayang), menurut orang Minangkabau. " Alun takilek lah takalam, bulanlah sangkok tigo puluah, bulan taliek lah dimakan, lah tantu tampek bakeh tumbuah, takilek ikan dalam aia, ikan takilek jalo tibo tantu jantan batinonyo ". Sebagai contoh dapat dikemukakan beberapa macam pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat Minangkabau antara lain " Duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang, bulek aia dek pambuluah, bulek baru digolekkan, pipieh baru dilayangkan, bulek jan basuduik, pipieh jan basandiang, data balantai papan, licin balantai camin, tapawik makanan lantak, takuruang makanan kunci, tinggi tak dapek dipanjek, randah tak dapek dilangkahi. - Taimpik diateh takuruang dilua, bajalan surang daulu, bajalan baduo ditangah, sampik lalu lungga batokok, dilampok kariang dikirai basah, tagang bajelo-jelo, kandua badanting-dantiang. - Ingek-ingek nan diateh, nan dibawah kok maimpok, tirih kok datang dari lantai, galodo kok datang ilia, jarek sarupo jo jurami, jarek tak lupo di balam, balam nan lupo di jarek. - nan dicancang andilau, nan mangarik tibarau, raso aia kapamatang, raso minyak kakuali, nan bakabek rasan tali, nan babungkuih rasan daun, dan sebagainya ". Pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam diatas seluruh pengertiannya tidak diterima secara logika oleh kita masing-masing, namun didalamnya terkandung pengertian yang terselubung dan sangat filosofis, seperti maksud yang terkandung dalam mamang adat : WILAYAH MINANGKABAU Wilayah Adat Minangkabau dalam ketentuan Adat Minangkabau dihimpun dalam suatu ungkapan yang berbunyi : - Nan salilik Guning Marapi, nan saedaran Gunuang Singgalang, sajajaran Talang jo Karinci, saputaran Tandikek jo Pasaman, saedaran Gunuang Sago, - Dari Singkarak dan Badangkang, hinggo Buayo Putiah Daguak, sampai ka Pintu Rajo Ilie, Durian di Takuak Rajo, - Si pisau-pisau anyuik, Sialang balantak basi, Hinggo aia babaliek Mudiak, Sailiran batang Bangkaweh, sampai ka Ombak Nan Badabuah, - ka Timua Ranah Aia Bangih, Rao jo Mapattunggua, Gunuang Mahalintang, hinggi di lawik nan Sadidih, Pasisie Banda Sapuluah, Taratak Aie Hitam, hinggo Tanjuang Simalidu ". 2.2 Minangkabau adalah teritorial menurutKultur Minangkabau sedang daerahnya terdiri dari atas 3 (tiga) bagian yaitu a. Daerah darek. Dataran tinggi terdiri atas bukit barisan yang membujur dari utara ke selatan. b. Pasisie. adalah daerah yang terletak disepanjang pantai bagian barat tengah pulau sumatera dari perbatasan Tapanuli selatan dan Muko-muko perbatasan propinsi Bengkulu. c. Rantau. adalah daerah yang terletak dihiliran sungai sebelah Timur yang berpapasan dengan lautan Cina Selatan dan Selat Malaka, seperti segeri sembilan Malaysia, Seremban sri menanti serta daerah sekitarnya. 2.3. Daerah darek yang merupakan daerah asalnya Minangkabau dengan ibu negerinya Pariangan Padang Panjang di Kabupaten Tanah Datar, dan pusat kebudayaannya berpusat di Pagaruyuang Batusangkar. Daerah Darek terdiri atas 3 (tiga) Luhak yaitu : a. Luhak Tanah Data disebut Luhak tertua, Ibu Negerinya Batusangkar. b. Luhak Agam disebut Luhak Nan Tangah, Ibu Negerinya Bukittinggi. c. Luhak 50 Koto Ibu Negerinya Payakumbuh. 2.4. Daerah Pasisie adalah merupakan daerah " Panjang nan bakaratan, Laweh nan Basibiran, Gadang nan Bakabuangan", dari daerah darek setelah berkembangnya penduduk. Begitupun daerah rantau yang disebut didalam Adat "Rantau nan kurang Aso Duo Puluah", semuanya berasal dari luhak nan Tigo itu tadi yang disebut daerah minangkabau yang merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan (Nan ba-Adat sabatang, bapusako sabuah), serta sama-sama menganut sistem Materilinial (keturunan ditarik dari garis keturunan Ibu) sebagai ciri khasnya Adat Minangkabau di Nusantara ini. 2.5. Daerah Minangkabau tersebut diatas sebelum penjajahan pemerintahannya diatur dengan sistem : a. Kelarasan Bodi Caniago (sistemnya Batanggo Naiak). b. Kelarasan Koto Piliang (sistemnya batanggo Turun). II. ADAT MINANGKABAU 1. Adat Minangkabau sebagai salah satu corak dari kebudayaan Nasional tidak mungkin dapat dihayati apalagi untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat bagi masyarakat Minangkabau sendiri, kalau tidak mengetahui secara baik dan benar 4 (empat) persoalan pokok yaitu : a. Pengertian tentang adat Minangkabau. b. Sumber dasar ajaran Minangkabau. c. Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Adat Minangkabau. d. Tujuan apa yang hendak dicapai dengan mengetahui dan mengamalkannya. a. Pengertian tentang Adat Minangkabau. a)1. Menurut bahasa, Adat itu adalah : Sawah diagiah bapambatang, ladang dibari bamintalak, Padang dibari baligundi, Bukik dibari bakaratau, Rimbo dibari bajiluang, nak Babezo tapuang jo sadah, nan babiteh minyak jo aia, nak balain kundua jo labu. Artinya dalam bahasa Indonesia normal : Norma-norma yang mengatur tata nilai dan struktur masyarakat yang membedakan secara tajam antara manusia dengan hewani dalam tingkah laku dalam pergaulan sehari-hari. Dimana pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam ada yang kalimat-kalimatnya mengandung pengertian kiasan (Indirect). a)2. Justru Adat Minangkabau tersebut mengatur tingkah laku anggota masyarakat dari tingkah laku yang sekecil-kecilnya sampai tingkah laku yang luas dan besar seperti suatu nagari. Manusia dan hewani banyak persamaan dalam tingkah laku, terutama tingkah laku dalam mencapai kepentingan Biologis. Sebagai contoh : kalau manusia membutuhkan makanan dan minum, tidur, berjalan, buang air kecil dan besar, mandi, bergaul, nafsu sex, kawin, berketurunan, duduk dan sebagainya, hewanpun juga demikian. a)3. Untuk membedakan tingkah laku manusia dengan hewan dalam mencapai kebutuhan Biologis dalam pergaulan hidup, maka nenek-moyang orang Minangkabau menciptakan Adat-Istiadat sebelum agama Islam masuk ke Minangkabau dipenghujung Abad ke-14. Setelah agama Islam masuk ke Minangkabau dan menjadi panutan masyarakat, ternyata ajaran Islam banyak mempunyai persamaan dengan Ajaran Adat Minangkabau, kecuali tentang Aqidah dan Syari'at. Dalam waktu yang tidak begitu lama Islam diterima oleh Adat Minangkabau tanpa menimbulkan benturan yang berarti, lahirlah Pepatah Adat sebagai Filsafat hidup masyarakatnya : "Adat basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah" Artinya : " Adat Minangkabau disempurnakan, diperkokoh oleh ajaran Islam, seperti kokoh rumah karena sandinya". ( rumah gadang basandi batu, Kuek rumah karano sandi, rusak sandi rumah binaso). a)4. Jadi jelas fungsi Adat Minangkabau dalam pergaulan sehari-hari adalah membedakan secara tajam tingkah laku manusia dan hewan, dengan mengatur segalanya dengan aturan adat Minangkabau, Seperti minum, makan, duduk, tidur, mandi, buang air kecil, dan besar, berdiri, berjalan, bergaul, berbicara antara sesama, menyalurkan sex, berkeluarga, bersuami-istri dan sebagainya diatur menurut Adat Minangkabau. Jadi singkatnya orang beradat itu adalah orang-orang yang bertingkah laku dalam pergaulan dengan baik yang senantiasa memikirkan orang lain, bukan memikirkan kepentingan dirinya sendiri, seperti kata pepatah : "Elok dek awak katuju dek urang". b. Sumber Dasar Ajaran Adat Minangkabau. b)1. Agama Islam sebagai agama Samawi sumbernya adalah dari kitab Suci Al'Quranul Karim yang diwahyukan-Nya melalui Jibril A>S kepada Rasulullah Muhammad SAW. dan dari Hadist Rasulullah SAW. Sedangkan Adat Minangkabau selama putaran zaman dilorong waktu, mengalami pengalaman tentang fenomena-fenomena yang diamatinya, baik dari alam benda, flora dan fauna, maupun dirinya sebagai manusia, ia menemukan bahwa alam itu mengandung suatu kodrat dan sifat-sifat yang laten dan dauriah, yang dapat dimamfaatkan atau ditanggulangi sesuai dengan mamfaat yang dipetik atau mudharat yang ditolak dari padanya. Dari pengalaman yang interns dan Konteplatif tentang alam makro dan mikro. Demikianlah, manusia Minangkabau sampai kepada kesimpulan bahwa : ALAM TAKAMBANG ADALAH GURU, artinya alam dapat dipelajari, dipedomani, diatur dan dimamfaatkan, serta dalam batas-batas tertentu dikendalikan. Inilah yang dimaksud oleh pepatah Adat : " Nan Satitiek Jadikan lawik, nan Sakapa Jadikan Gunuang, Alam Takambang Jadikan Guru". Kedatangan agama Islam memperkokoh dan memperkuat dengan ditemuinya ayat Al-Imran 190.- Al. Baqarah 31, dan 164, Al.Ghasiyah 17-19. dalam Al-Quranul Karim yang Mahfumnya mengandung pengertian, pelajaran alam sekitarnya kita sebagai tanda-tanda, kebesaran-Nya. b)2. Sosiologis, dalam menata dan mengelola masyarakatnya yang terus berkembang biak, mereka selalu menyesuaikan diri dengan irama alam yang dipahami dan ditafsirkannya. Penyesuaian dengan alam lingkungan yang dibacanya dengan cermat itu dimanifestasikannya dalam sistem dan struktur sosial dan kekeluargaan yang dikenal sebagai masyarakat yang materinial, yakni keturunan menurut garis Ibu, sebagai salah satu ciri khas kebudayaan Adat Istiadat Minangkabau itu, sebagaimana yang berlaku pada masyarakat flora dan fauna. Sistem materilinial ini telah membawa konsekwensi logis historis ketika "MANARUKO", dimulai oleh para penggarap yang terdiri dari kelompok orang-orang bersaudara se-Ibu (belum tentu se-Ayah), yang kemudian menjadi penguasa atas tanah garapan mereka secara bersama (kolektif) dan selanjutnya melahirkan hukum pemilikan dan pewarisan atas tanah sebagai (Harato Pusako). Logikapun mendukung sistem itu, bahwa setiap orang, fauna maupun flora, hanya dapat dibuktikan, disaksikan dan akhirnya dipastikan bahwa "seseorang" adalah anak Ibunya, ketimbang untuk mengatakan ia anak ayahnya yang semata-mata berdasarkan pengakuan. b)3. Sistem Urang Sumando adalah salah satu Implementasi dari logika tersebut. Sistem Materilinial mempengaruhi seluruh sub. Sistem dan struktur sosial, posisi dan fungsi kepemimpinan dalam masyarakat, bahkan mempengaruhi sistem nilai, norma-norma moral dan etika, rasa malu, solidaritas sosial, peduli lingkungan serta tingkah laku. "Alam takambang" memberikan warna pula pada idiom dan diktum untuk menetapkan norma-norma ukuran, baik dan buruk, benar dan salah, sumbang dan janggal, dan sebagainya. Ungkapan-ungkapan pepatah-petitih, maman, bidal, pantun dan gurindam ada pada lazimnya disusun berpasangan, antara alam dan manusia, benda dan ide, konkrit dan abstrak, lahir dan bathin dan sebagainya, sesuai dengan persepsinya tentang alam yang berpasangan dinamakan Pepatah-petitih. Umumnya berbetuk metafora atau perlambang yang secara idiomatis bersifat Agraris, nelayan, tukang, dagang dan Pepatah-petitih tersebut diciptakan untuk seluruh orang dan untuk seluruh tingkatan masyarakat. Sebuah kebudayaan yang khas telah tersusun sejak berabad-abad, yang mengalir pada jalurnya yang khas, yang oleh penganutnya dinamakan Adat Minangkabau. Catatan : Terdapat perbedaan definisi antara kata kebudayaan dengan kata adat. Kebudayaan : Adalah seluruh produk manusia baik material maupun non meterial untuk memenuhi kebutuhannya yang dipengaruhi oleh alam lingkungannya. Sifat kreatif, yang terbagi kepada : Bahasa , seni, tekhnologi, sains, ekonomi, tata sosial, idiologi dan filsafat. Adat: Adalah produk manusia untuk mengatur diri dan masyarakatnya secara timbal-balik serta mengatur hubungan dengan benda alam lingkungannya, sifatnya Normatif. Dengan demikian sebenarnya Adat Minangkabau adalah bagian dari kebudayaan. b.4. Untuk membuktikan bahwa kaidah-kaidah Adat Minangkabau yang terdiri dari pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam adat, adalah kata-kata yang terdapat pada fenomena-fenomena alam, flora, dan fauna, alam benda, dirinya sendiri sebagai ciptaan-Nya, disusun menjadi pepatah-petitih Adat Minangkabau dan dijadikan sebagai norma-norma untuk mengatur kehidupan bermasyarakat. Hal yang demikian dapat dilihat dan diteliti satu persatu dari kaidah-kaidah adat tersebut seperti pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun, dan gurindam adat. Sekaligus kaidah-kaidah adat tersebut dalil sebagai rujukan dari setiap permasalahan hidup bermasyarakat seperti : Ekonomi, sosial, budaya, hukum, politik, pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya. Fenomena-fenomena alam yang merupakan sifat dan hukum dari alam takambang jadi guru antara lain: Air; membasahkan, menyejukkan, menenggelamkan Api; membakar, panas, Tajam; melukai, Buluh; berbuku, Kelapa; bermata, Kayu; bertunas, berpokok berdahan, berurat tunggang, beranting berdaun, berbunga, berbuah, Burung; terbang, bersayap, berbunyi, Harimau; belang, mengaum, Gajah; bergading, mendorong, berbelalai, Gunung; tinggi, berkabut, Bukit; berangin, Laut; berombak, Lurah; berair, Warna; Hitam, putih, kuning, biru, merah, besi/batu; keras, Bau; harum, busuk, Keras/lunak, dan sebagainya c. Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran adat Minangkabau c)1. Menurut bahasa Adat adalah : raso, Pareso, Malu Sopan. (empat) macam. kehilangan yang empat macam ini dalam diri pribadi seseorang disebut seorang yang tidak tau di AMPEK. Seperti dari seseorang sudah hilang "raso jo Pareso, habis malu jo sopan". Orang yang demikian adalah hewan yang berbentuk manusia (sama dengan hewan) karena tingkah lakunya telah menyerupai tingkah laku hewan dalam pergaulan antar sesama. Raso : adalah yang terasa pada diri. Pareso : adalah nan tertanggung bagi hati. Malu : adalah tanggungan hati. Sopan : adalah perilaku seseorang yang terbina karena raso, pareso, dan malu. Hilang yang empat macam ini hilanglah segala-galanya. c)2. Keempat macam yang tersebut diatas adalah manifestasi dari BUDI PEKERTI YANG BAIK dari seseorang. Jadi nilai-nilai ajaran adat adalah : BUDI PEKERTI YANG BAIK DAN MEMPUNYAI RASA MALU DIDALAM DIRI. Kedua macam tersebut adalah ajaran yang bersamaan dengan ajaran Islam dan untuk itulah nabi Muhammad SAW di Rasulkan kedunia beliau bersabda : Sesungguhnya aku diutus memperbaiki budi pekerti manusia. Kesempurnaan Iman seorang mukmin terletak pada budinya yang baik. Malu adalah bagian dari Iman. Kalau kamu tidak akan memakai sifat malu, bikinlah sekehendak hatimu (Al-Hadist). Pepatah-pepatah mengatakan : " Nan kuriak kundi, nan merah sago, nan baiak budi, nan indah bahaso". c3.) Budi pekerti yang baik dan mulia adalah segala-galanya menurut adat Minangkabau yang merupakan tali halus yang kokoh yang menghubungkan manusia dengan manusia secara baik, pepatah mengatakan : " Saukua mangko ka jadi, sasuai mako takanak, kalau pandai bamain budi, urang jauah jadi dunsanak " Kehilangan budi pekerti yang baik pada seseorang, masyarakat maupun bangsa, akan mengundang kehancuran dalam masyarakat tersebut, pepatah mengatakan : " kuat rumah karano sandi, rusak sandi rumah binaso. kuek bangso karano budi, rusak budi hancualah bangso." c)4. Malu adalah sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap orang laki dan perempuan yang telah baliq dan berakal. Kehilangan malu bagi seseorang manusia hilang harga dirinya sekaligus martabatnya sebagai manusia, jatuh menjadi sama dengan martabat hewani. Pepatah mengatakan : " rarak kaliki dek mindalu, Tumbuah sarumpun ditapi tabek, kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek, nan urang koto ilalang, nak lalu kapakan baso, malu jo sopan kalau hilang, abihlah raso jo pariso". d. Tujuan yang hendak dicapai dengan mengetahui dan mengamalkannya Tujuan yang hendak dicapai dengan mengamalkan Adat secara baik dan benar disebutkan dalam ketentuan Adat Minangkabau : " Bumi sanang padi manjadi, Padi kuniang jaguang maupiah, taranak bakambang biak, anak buah sanang santoso, bapak kayo mandeh ba ameh, mamak disambah urang pula, katapi bagantang padi, katangan bagantang podi ". Artinya tujuan yang hendak dicapai menurut adat Minangkabau dimulai terlebih dahulu dengan menciptakan "Bumi sanang", ketertiban dalam masyarakat kecil atau besar seperti keluarga, masyarakat dan bangsa. Dengan terciptanya ketertiban dalam segala bidang terwujudlah ketentraman dan keamanan, yang pada gilirannya akan bermuara kepada stabilitas dalam segala bidang, yang memungkinkan untuk melakukan pembangunan, moril-materil, mental-spiritual. III. EMPAT JENIS ADAT DI MINANGKABAU 1. Adat Minangkabau terdiri atas empat jenis yaitu : a. Adat nan sabana Adat b. Adat nan diadatkan oleh nenek moyang. Kedua jenis Adat pada a dan b hukumnya babuhua mati (tidak boleh dirobah-robah walau dengan musyawarah mufakat sekalipun ). c. Adat teradat. d. Adat Istiadat. Kedua jenis Adat pada c dan d hukumnya babuhua sentak (boleh dirobah-robah asal dengan melalui musyawarah mufakat). a). Adat nan sabana adat. a)1. Adat nan sabana Adat, adalah ketentuan hukum, sifat yang terdapat pada alam benda, flora dan fauna, maupun manusia sebagai ciptaan-Nya (Sunatullah). Adat nan sabana Adat ini adalah sebagai "SUMBER" hukum Adat Minangkabau dalam menata masyarakat dalam segala hal. Dimana ketentuan alam tersebut adalah aksioma tidak bisa dibantah kebenarannya. Sebagai contoh dari benda Api dan Air, ketentuannya membakar dan membasahkan. Dia akan tetap abadi sampai hari kiamat dengan sifat tersebut, kecuali Allah sebagai sang penciptanya menentukan lain (merobahnya). a)2. Alam sebagai ciptaan-Nya bagi nenek moyang orang Minangkabau yakni Datuak perpatiah nan sabatang dan datuak ketumanggungan diamati, dipelajari dan dipedomani dan dijadikan guru untuk mengambil iktibar seperti yang disebutkan dalam pepatah-petitih Adat : " Panakiak pisau sirawik, ambiak galah batang lintabuang, silodang ambiakkan niru, nan satitiak jadikan lawik, nan sakapa jadikan gunuang, Alam Takambang Jadi Guru. " b).Adat nan diadatkan oleh nenek-moyang. b)1. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya diatas yakni dengan meneliti, mempedomani, mempelajari alam sekitarnya oleh nenek-moyang orang Minangkabau, maka disusunlah ketentuan-ketentuan alam dengan segala fenomena-fenomenanya menjadi pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat dengan mengambil perbandingan dari ketentuan alam tersebut, kemudian dijadikan menjadi kaidah-kaidah sosial untuk menyusun masyarakat dalam segala bidang seperti : ekonomi, sosial budaya, hukum, politik, keamanan, pertahanan dan sebagainya. b).2 Karena pepatah-petitih tersebut dicontoh dari ketentuan alam sesuai dengan fenomenanya masing-masing, maka kaidah-kaidah tersebut sesuai dengan sumbernya tidak boleh dirobah-robah walau dengan musyawarah mufakat sekalipun. Justru kedua jenis Adat pada huruf a dan b karena tidak boleh dirobah-robah disebut dalam pepatah : b).2 Karena pepatah-petitih tersebut dicontoh dari ketentuan alam sesuai dengan fenomenanya masing-masing, maka kaidah-kaidah tersebut sesuai dengan sumbernya tidak boleh dirobah-robah walau dengan musyawarah mufakat sekalipun. Justru kedua jenis Adat pada huruf a dan b karena tidak boleh dirobah-robah disebut dalam pepatah : "Adat nan tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan, dianjak tak layua, dibubuik tak mati, dibasuah bahabih aia, dikikih bahabih basi". Artinya adalah " Kebenaran dari hukum alam tersebut ". Selama Allah SWT, sebagai sang pencipta ketentuan alam tersebut tidak menentukaan lain, maka ketentuan alam tersebut tetap tak berobah, contoh pepatah : " lawik barombak, gunuang bakabuik, lurah baraia, api mambaka, aia mambasahkan, batuang babuku, karambia bamato, batuang tumbuah dibukunyo, karambia tumbuah dimatonyo ". Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa " Adat nan diadatkan nenek moyang " adalah merupakan pokok-pokok hukum dalam mengatur masyarakat MinangKabau dalam segala hal, yang diadatkan semenjak dahulu sampai sekarang. Uraian secara agak mendasar kita kemukakan dalam halaman selanjutnya pada kaidah-kaidah dalam pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun, dan gurindam Adan nantinya. Pepatah-petitih, mamang bidal, pantun dan gurindam Adat yang disusun dari ketentuan-ketentuan alam dengan dengan segala fenomenanya itu berguna untuk "mengungkapkan" segala segala sesuatu dalam pergaulan seperti : Menyuruh, melarang, membolehkan, ke-baikan, keburukan, akibat yang baik, akibat yang buruk, kebenaran, keadilan, kemakmuran, kerusuhan, kebersamaan, keterbukaan, persatuan dan kesatuan, bahaya yang menimpa, kesenangan, kekayaan, kemiskinan, kepemimpinan, kepedulian, rasa sosial, keluarga, masyarakat, moral dan akhlak, dan sebagainya. c. Adat Teradat c)1. Adat teradat adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh penghulu-penghulu Adat dalam suatu nagari, peraturan guna untuk melaksanakan pokok-pokok hukum yang telah dituangkan oleh nenek moyang (Dt. Perpatiah Nan Sabatang dan Dt. Ketumanggungan) dalam pepatah-petitih Adat. Bagaimana sebaiknya penetapan aturan-aturan pokok tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan aturan-aturan pokok yang telah kita warisi secara turun-temurun dari nenek-moyang dahulunya. Sebagai contoh kita kemukakan beberapapepatah-petitih, mamang, bidal, Adat yang telah diadatkan oleh nenek moyang tersebut diatas seperti : " Abih sandiang dek Bageso, Abih miyang dek bagisiah". Artinya nenek-moyang melalui pepatah ini melarang sekali-kali jangan bergaul bebas antara dua jenis yang berbeda sebelum nikah (setelah Islam) atau kawin (sebelum Islam). - Untuk terlaksananya ketentuan larangan ini oleh anggota masyarakat, maka pemimpin-pemimpin adat di suatu nagari bermusyawarah untuk mufakat dengan hasil mufakat bulat. Dilarang bagi kaum wanita remaja keluar malam setelah jam delapan, kecuali ditemani oleh orang tuanya. Peraturan ini hanya berlaku di nagari tersebut saja, belum tentu tidak berlaku pada nagari lainnya. (desebut juga Adat Salingka nagari). " lain nagari lain adatnyo, lain padang lain belalangnyo, lain lubuak lain ikannyo". - Setiap perkawinan kaidah pokok dari nenek-moyang " ayam putiah tabang siang, basuluah matohari, bagalanggang mato rang banyak, datang bajapuik pai baanta, arak sapanjang labuah, iriang sapanjang jalan". Untuk pelaksanaan aturan pokok tentang perkawinan ini, maka nagari-nagari penghulunya membuat peraturan pelaksanaan melalui musyawarah mufakat. Ada dengan ketentuan "ada nagari yang membuat keputusan pelaksanaan jemput antar disiang hari, ada pula dimalam hari dengan mengutamakan seluruh masyarakat mengetahui bahwa sipolan dengan sipolin telah nikah. Ada pula keputusan penghulu disuatu nagari yang membuat peraturan seperti : Kedua marapulai diarak dengan pakaian yang diatur pula dengan musyawarah. Aturan Adat ini belum tentu sama dengan aturan nagari lainnya. c)2. Begitupun peresmian " S a k o " (gelar pusaka) kaum atau penghulu, ada nagari yang memotong kerbau, ada banteng, ada kambing, ada dengan membayar uang adat kenagari yang bersangkutan. Semuanya adalah aturan pelaksanaan dari peresmian satu gelar pusaka kaum (Sako) yang diambil keputusannya melalui musyawarah mufakat. dan lain sebagainya. " Lain lubuak lain ikannyo, lain padang lain balalangnyo". d. Adat Istiadat d)1. adat Istiadat adalah peraturan-peraturan yang juga dibuat oleh penghulu-penghulu disuatu nagari melalui musyawarah mufakat sehubungan dengan sehubungan dengan "KESUKAAN" anak nagari seperti kesenian, olah raga, pencak silat randai, talempong, pakaian laki-laki, pakaian wanita, barang-barang bawaan kerumah mempelai, begitupun helat jamu meresmikan "S a k o" itu tadi. Begitu pula Marawa, ubur-ubur, tanggo, gabah-gabah, pelamina dan sebagainya yang berbeda-beda disetiap nagari. Juga berlaku pepatah yang berbunyi : " Lain lubuak lain ikannyo, lain padang lain balalangnyo, lain nagari lain adatnyo (Istiadatnya) ". d)2. Kedua jenis adat nan teradat dan Adat Istiadat tersebut adalah peraturan pelaksanaan dari aturan-aturan pokok yang telah diciptakan oleh nenek-moyang, dimana dua macam jenis huruf c dan d "Adat nan babuhua sentak" artinya : aturan Adat yang dapat dirobah, dikurangi, ditambah dengan melalui musyawarah mufakat dan selama tidak bertentangan dengan pokok hukum yang telah dituangkan dalam pepatah-petitiah ciptaan nenek-moyang (kato Pusako) Adat. Namun keempat jenis Adat tersebut merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, secara utuh disebut ( ADAT ISTIADAT MINANGKABAU ). IV. BEBERAPA KETENTUAN-KETENTUAN ADAT MINANGKABAU Ketentuan-ketentuan Adat Minangkabau dituangkan dalam bentuk pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurinda m Adat yang dijadikan rujukan setiap persoalan. 1. Ketentuan Adat tentang kedudukan seseorang sebagai pribadi : " Pulai batingkek naiak, maninggakan ruweh ji buku, mati rimau maninggakan balang, mati gajah maniggakan gadiang, mati manusia maninggakan jaso. - Nan kuriak iolah kundi, nan merah iolah sago, nan baiak iolah budi, nan endah iolah baso. - Pulau pandan jauah ditangah, dibaliak pulau anso dua, hancua luluah dikanduang tanah, budi baiak takana juo. - Pisang ameh baok balaie, masak sabuah didalam peti, utang ameh dapek di baia, utang budi dibaok mati. - Saukua mako manjadi, sasuai mako takanak, jo kok pandai bamain budi, urang jauh jadi dunsanak. - Talangkang carano kaco, badarai carano kendi, sipuluik samo rang randangkan, bacanggang karano baso, bacarai karano budi, itu nan samo rang pantangkan. - Dek ribuik rabahlah padi, dicupak nak urang canduang, iduik kok tak babudi, duduak tagak kamari tangguang. - Batang anau paantak tungku, pangkanyo sarang limpasan, ligundi di sawah ladang, sariak indak babungo lai. Mauleh kalau mambuku, mambuah kalau mangasan, budi kok kelihatan dek urang, iduik indak baguno lai. - Kuat rumah karanao sandi, rusak sandi rumah binaso, kuat bangso karano budi, rusak budi hancualah bangso. 2. Larangan adat kepada setiap pribadi : - Kok gadang jan malendo, panjang jan malindih, mahariak mahantam tanah, bataratak bakato asiang, nan babana kapangka langan, nan batuak ka ampu kaki. - Mangguntiang dalam lipatan, manuhuak kawan sairiang, malakak kuciang didapua, manahan jarek dipintu, mancari dama kabawah rumah, mamapeh dalam balango. - Pilin kacang nak mamanjek, pilian jatiang nak barisi, lain geleang panokok, asiang kacundang sapik, duduak sarupo urang kumanjau, tagak saroman kamambali. - Kacak langan bak langan, kacak batih lah bak batih, bak sibujang joloang babakarih, bak sigadih jolong basubang, lonjak labu dibanam. - Geleang kapalo bak si patuang inggok, sifat ibarat lipeh tapanggang, tingkah ibarat caciang kapanasan, bak baluik di galitiak ikua. 3. Yang harus diingat dalam pergaulan terutama terhadap yang tua umurnya : - Jalan mandata ingek tataruang, jalan manurun ta antak-antak, jalan mandaki sasak angok, jalan malereang kok tagalincia. - Nan tuo dihormati, nan ketek dikasihi, samo gadang baok bakawan, ibu-bapo labiah sakali, guru dihargoi. - Manyuak diilia-ilia, bakato dobawah-bawah, dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang, dimano rantiang dipatah, sinan sumua dikali, dimano sumua dikali, sinan aia disauak, dimano nagari diuni, sinan adat dipakai, lawik sati rantau batuah. - Malu batanyo sasek dijalan, sagan bagalah hanyuik sarantau, nan tahu diposo-poso ayam, nan tahu dikili-kili jawi, nan tahu dikayu tinggi alang. - Gadang buayo dimuaro, gadang garundang dikubangan, gadang samuik diliangnyo, gadang nago dikualo. 4. Pemimpin yang bijaksana Adalah pemimpin yang menghargai dan mempergunakan setiap orang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. - Nan bungkuak katangkai bajak, nan lurui katangkai sapu, satampok kapapan tuai, nan ketek kapasak suntiang. - Panarahan kakayu api, abunyo kapupuak padi, Nan buto pahambui lasuang, nan pakak pamasang badia, nan lumpuah paunyi rumah, nan binguang di suruah-suruah, nan cadiak bakeh batanyo, nan alim bakeh baguru, nan pandai bakeh baiyo, nan kayo tampek batenggang, nan elok palawan dunia. 5. Karena adat itu basandi sarak, syarak basandi kitabullah, maka menjadi kokoh dan sempurna adat minangkabau karenanya. - Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai, simuncak mati tarambau, kaladang mambaok ladiang, lukolah paho kaduonyo, Adat jo syarak di Minangkabau, ibarat aua jo tabiang, sanda manyanda kaduonyo. - Tasindoroang jajak manurun, takukiak jajak mandaki, Adat jo syarak kok tasusun, bumi sanang padi manjadi. - Kesudahan adat ke balairung, kesudahan dunia akhirat, - Limbago jalan batampuah, itu karajo niniak mamak, - Sarugo diimam taguah, Narako dilaku awak, - Pariangan manjadi tampuak tangkai, Pagaruyuang pusek tanah data, tigo luhak rang mangatokan, adat jo syarak kok bacarai, tampek bagantuang nan lah sakah, tampek bapijak nan lah taban. - Indak dapek sarimpang padi, batuang dibalah kaparaku, indak dapek bakandak hati, kandak Allah nan balaku, dan sebagainya sebagainya. 6. Adat Minangkabau menjungjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradap, karena bahasa adat di Minangkabau bersamaan artinya dengan adab dalam bahasa Arab. Budi yang baik motor penggerak rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. - Nak mulia tepati janji, nak tinggi naiakkan budi, nak halui baso jo basi, nak taguah paham dikunci, nak luruih rantangkan tali, nak elok lapangkan hati. - Kabukik samo mandaki, kalurah samo manurun, tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum ambun, tarapuang samo anyuik, tarandam samo basah. - Nan barek samo dipikua, nan ringan samo dijinjiang, rusuah samo dipujuak, anyuik samo dipinteh, tarapuang samo dikaik, tabanam samo disalami. - Nan elok baimbauan, nan buruak bahambauan, alek nan bapanggia, tibo dinan buruak bahambuan. Sekali-kali jangan bersifat : - Cadiak mambuang kawan, gapuak mambuang lamak, tukang mambuang kayu, alim mambuang kitab. 7. Adat Minangkabau mengutamakan persatuan dan kesatuan, dan rasa kebersamaan. - Raso aia kamatang, raso minyak kakuali, nan bakabek rasan tali, nan babungkui rasan daun. - Saciok bak ayam, sadanciang bak basi, sakabek bak lidih, saikek bak siriah, salubang bak tabu, sarumpun bak sarai, satandan bak pinang. - Gadangnyo bakabungan, panjangnya bakaratan, lawehnyo basibiran, saadat salimbago, sahino samalu salai satidak, malu tak dapek diagiah, suku tak dapek dianjak. - Sikua kabau bakubang, sakandang kanai luluaknyo, surang makan cubadak, sado kanai gatahnyo. - Sakoroang sakampuang, sasuku sanagari, sabangso sa tanah aia. - Barang pusako dilipek, parang samun samo dihado'i, kok kusuik-kusuik bulu ayam, kok pacah-pacah palupuah, tak bulia kusuik sarang tampuo, atau pecah tatimpo nan bak kaco. 8. Adat Minangkabau menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat : - Walaupun inggok nan mancakam, kuku nan tajam tak baguno, bago mamegang tampuak alam, kato mufakat nan kuaso. - Duduk surang basampik-sampik, duduk basamo-samo balapang-lapang, lamak siriah lega carano, lamak kato dilega buni, kato surang dibulati, kato basamo dipaiyokan. - pincalang biduak rang tiku, nampak nan dari si tinjau lawik, basilang kayu dalam tungku, disinan api makonyo iduik. - Ba iyo-iyo jo adiak, ba tido-tido jo kakak, di cari bana nan saukua, dipiliah kato nan sabuah. - Saukua mangko manjadi, sasuai mangko takanak, elok diambiak jo mufakat, buruak dibuang jo etongan. - dibulekkan aia kapambuluah, bulek baru digolekkan, - pipiah baru dilayangkan, bulek jan basuduik pipiah jan basanding, data balantai papan, licin balantai camin. - tapawik makanan lantak, takuruang makanan kunci, - randah tak dapek dilangkahi, tinggi tak dapek kito panjek, dan lain sebagainya. 9. Keadilan sosial sangat mendapat tempat dalam Adat Minangkabau, karena penggeraknya adalah budi dan malu serta disinari oleh sinar ke-Tuhan-an Adat Basandi Syara', syara' basandi kitabullah. - Kehilangan samo marugi, mandapek samo balabo, maruyuang siliah baganti, nan sagu bagi basamo, - Maukua samo panjang, mambilai samo laweh, gadang kayu gadang bahan, ketek di agiah bacacah, gadang dibagi baumpuak, - Senteng bilai-mambilai, kurang tukuak-manukuak, salah samo dibatua kan, lupo samo diingekkan, - nan lamah samo dituweh, nan condong samo ditungkek, nan ado samo dimakan, nan indak samo dicari, dan lain sebagainya. 10. Ekonomi mendapat tempat dalam adat minangkabau secara khusus. - Sawah gadang satampang baniah, makanan urang tigo luak, dek pandai niniak baragiah, sampai kini baitu juo. - sa sukek duo baleh taia, dicupak mako digantang, nan lunak ditanam baniah, nan kareh dibuek ladang, nan lancah palapeh itiak, ganangan katabek ikan, bukik batu katambang ameh, padang ana bakeh taranak, batanam nan bapucuak, memeliharo nan banyawo. - Dek ameh sagalo kameh, dek padi sagalo jadi, elok lenggang dinan data, rancak rarak dihari paneh, elok baso dinan lai, ilang rono dek panyakik, ilang bangso tak barameh. Untuk hal yang demikian dituntut oleh Adat : - Hari sehari diparampek, malam samalam dipatigo, agak agiahkan jo ulemu, kok duduak marawik ranjau, kok tagak maninjau jarak, duduak ba pamenan, tagak baparintang. - jikok bajalan ba aleh tapak, malenggang babuah tangan malangkah babuah batiah, bakato baaleh lidah. 1. Ketentuan tentang hukum : - Hukum batando aso, cupak batando duo, kusuik disalasaikan, karuah dijanihi. - di paruik jan dikampihkan, dimato jan dipiciangkan, didado jan dibusuangkan, bahukum adia bakato bana, indak buliah bakatian kiri, lurui bana dipegang sungguah. 12. Tentang tertuduah dalam sesuatu karena ada bukti kecurigaan. - Anggang lalu atah jatuah, pulang pagi babasah-basah. - dibaok ribuik dibaok angin, dibaok pikek dibaok langau, - Bajua ba murah murah, ditanyo jawab batimbang. - Bajalan bagageh gageh, kacondongan mato rang banyak. - Tasindorong jajak manurun, tatukiak jajak mandaki. - lah bauriah bak sipasan, lah bajajak nan bak bakiak. 13. Ketentuan larangan hukum yang terlanggar oleh seseorang. - Dago mambari malu, sumbang salah laku parangai, - samun saka tagak dibateh, umbuak umbi budi marangkak, - curi maliang taluang didindiang, tikam bunuh padang badarah, - sia baka sabatang suluah, upeh racun batabuang sayak. V. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Satinggi malantiang, mambungbuang ka awang-awang, suruiknyo katanah juo, sahabih dahan jo rantiang, dikubak dikuliti batang, tareh panguba barunyo nyato, 2. Pan jeklah batang tinggi-tinggi, basuo pucuak jo silaronyo, kalilah urek dalam-dalam, basuo urek tunggang jo isinyo. Globalisasi adalah sesuatu perobahan yang berjalan dengan cepat, arusnya deras tak bisa dihalangi. Sebagai perisai kita harus mampu memilah-milah yang baik dan idak baik, yang baik kita pakai, yang buruk kita buang. Sedini mungkin kita harus antisipasi terutama untuk para remaja kita yang masih hijau dalam bidang pengetahuan sosial apalagi tentang adat Minangkabau sehingga mudah terpengaruh arus globalisasi yang negatif. 3. - Ukua jo jangko kok tak tarang, susunan niniak moyang kito, nan manantukan ruweh jo buku, bariah jo balabeh sarato cupak jo gantang, Dek rancak kilek loyang datang, intan disangko kilek kaco, jalan dialiah urang lalu, cupak dipapeh rang manggaleh, adat dialiah dek urang datang, - Dek rancak tajam mato cangkua, tanah bato manjadi data, padang diambiak kapanetek, dek rancak dendang tukang gandua, tak tahu dibarang lah batuka, gadang dituka urang jo nan ketek. 4. Adat Minangkabau adalah ke-Bhinneka-an dari kebudayaan Nasional Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Demi untuk keutuhan Bhinneka Tunggal Ika Maka Adat Minangkabau sebagai salah satu ke Bhinnekaan-nya wajib kita lestarikan secara bersama, terutama melaui pendidikan formal disekolah-sekolah semenjak SD, SLTP, SLTA, dalam rangka pendidikan dasar 9 tahun pada muatan lokal. 5. Adat Minangkabau sifatnya terbuka dan tertutup, terbuka untuk menerima nilai-nilai yang positif bagi kepribadian dan kebudayaan bangsa dan tertutup bagi masuknya nilai-nilai Asing yang bertentangan dengan nilai-nilai kepribadian bangsa, pepatah mengatakan : - Elok di ambiak jo mufakat, buruak dibuang jo etongan, saukua mangko manjadi, sasuai mangko takanak. 6. Mengetahui ajaran Minangkabau bagi masyarakat Minangkabau tampa kecuali dan mengamalkannya dalam hidup sehari-hari, adalah merupakan bantuan yang positif, terhadap KAMTIBMAS (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) terutama di daerah Sumatera Barat dan merupakan bantuan yang positif pula terhadap terciptanya Stabilitas Nasional yang sedang melakukan pembangunan dalam segala bidang.

Minggu, 09 Oktober 2011

strategi pebelajaran

Tujuan Hidup

Kehidupan bagaikan roda. berputar dan berputar terus kadang di atas kadang di bawah, jalan yang dilalui kadang mulus kadang terjal, kita sebagai manusia .......
Jumat, 13 Mei 2011
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELEGENSI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk diperoleh anak-anak ataupun orang dewasa. Pendidikan menjadi salah satu modal bagi seseorang agar dapat berhasil dan mampu meraih kesuksesan dalam kehidupannya. Mengingat akan pentingnya pendidikan, maka pemerintah pun mencanangkan program wajib belajar 9 tahun, melakukan perubahan kurikulum untuk mencoba mengakomodasi kebutuhan siswa. Kesadaran akan pentingnya pendidikan bukan hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga kalangan swasta yang mulai melirik dunia pendidikan dalam mengembangkan usahanya. Sarana untuk memperoleh pendidikan yang disediakan oleh pemerintah masih dirasakan sangat kurang dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan.
Hal ini terlihat dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolah swasta yang dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai perguruan tinggi. Kendala bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas adalah masih banyaknya sekolah yang mempunyai pola pikir tradisional di dalam menjalankan proses belajarnya yaitu sekolah hanya menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Kenyataan ini senada dengan yang diungkapkan oleh Seto Mulyadi (2003), seorang praktisi pendidikan anak, bahwa suatu kekeliruan yang besar jika setiap kenaikan kelas, prestasi anak didik hanya diukur dari kemampuan matematika dan bahasa. Dengan demikian sistem pendidikan nasional yang mengukur tingkat kecerdasan anak didik yang semata-mata hanya menekankan kemampuan logika dan bahasa perlu direvisi.
Kecerdasan intelektual tidak hanya mencakup dua parameter tersebut, di atas tetapi juga harus dilihat dari aspek kinestetis, musical, visual-spatial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis (Kompas, 6 Agustus 2003). Jenisjenis kecerdasan intelektual tersebut dikenal dengan sebutan kecerdasan jamak (Multiple Intelligences) yang diperkenalkan oleh Howard Gardner padan tahun 1983. Gardner mengatakan bahwa kita cenderung hanya menghargai orangorang yang memang ahli di dalam kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Kita harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap orangorang yang memiliki talenta (gift) di dalam kecerdasan yang lainnya seperti artis, arsitek, musikus, ahli alam, designer,penari,terapis,entrepreneurs,danlain-lain.
Multiple Intelligences yang mencakup delapan kecerdasan itu pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ). Semua jenis kecerdasan perlu dirangsang pada diri anak sejak usia dini, mulai dari saat lahir hingga awal memasuki sekolah (7 – 8 tahun). (Kompas, 13 Oktober 2003). Yang menjadi pertanyaan terbesar, mampukah dan bersediakah setiap insan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan mencoba untuk mengubah pola pengajaran tradisional yang hanya menekankan kemampuan logika (matematika) dan bahasa? Bersediakah segenap tenaga kependidikan bekerjasama dengan orang tua bersinergi untuk mengembangkan berbagai jenis kecerdasan pada anak didik di dalam proses belajar yang dilaksanakan di lingkungan lembaga pendidikan?

B. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mendapat gambaran bagaimana penerapan Multiple Intelegensi untuk mencapai kompetensi pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Matematika
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELEGENSI
MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan













Disusun oleh :
U.SUHERMAN
SRI RIYANTI RAHAYU
AGUS MAJID
NIM: 552010.0246
NIM: 5520100250
NIM:5520100240



PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA
2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya sehingga makalah yang berjudul”Strategi Pembelajaran Multiple Intelegensi” ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Landasan Teknologi Pendidikan .
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat di harapkan untuk perbaikan dalam penulisan selanjutnya. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca.


Cianjur, 17 Mei 2011

Penulis
















DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang 1
1.2 Tujuan 2

BAB II KAJIAN TEORI
2.1. Pengertian Strategi Pembelajaran
2.2. Konsep Multiple Intelegensi
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi 3
3.2. Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi 5

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
4.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA











BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien Wina Senjaya, 2008). Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
2.2. Konsep Multiple Intelegensi
Kecerdasan ( intelegensi ) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif yang dimiliki seseorang disebut dengan kecerdasan. ( Amsal Amri, 2008 : 49 ), sedangkan Howard Gardner ( dalam Sunaryo Kartadinata, 2008 : 6 ) mendefinisikan kecerdasan sebagai :
1. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
2. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
3. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya ( beranekaragam ), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ).
Menurut Gardner, 1983 ( dalam Linda Campbell, 2006 ) kecerdasan atau intelegensi ada 8 macam yaitu:
1. Kecerdasan linguistic ( Linguistik intelligence
Adalah kemampuan untuk berfikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekpresikan dan menghargai makna yang komplek, yang meliputi kemampuan membaca, mendengar, menulis, dan berbicara.
2. Intelegensi logis-matematis ( Logical matematich)
Adalah kemampuan dalam menghitung, mengukur dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis serta menyelesaikan operasi-operasi matematika,
3. Intelegensi Musik ( Musical intelegence )
Intelegensi musik adalah kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan sensitivitas pada pola titik nada, melodi, ritme, dan nada. Musik adalah bahasa pendengaran yang menggunakan tiga komponen dasar yaitu intonasi suara, irama dan warna nada yang memakai system symbol yang unik.
4. Intelegensi kinestetik.
Kinestetik adalah belajar melalui tindakan dan pengalaman melalui panca indera.Intelegensi kinestetik adalah kemampuan untuk menyatukan tubuh atau pikiran untuk menyempurnakan pementasan fisik. Dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati pada actor,atlet atau penari, penemu, tukang emas, mekanik.
5. Intelegensi Visual-Spasial
Intelegensi visual-spasial merupakan kemampuan yang memungkinkan memvisualisasikan infoomasi dan mensintesis data-data dan konsep-konsep ke dalam metavor visual.



6. Intelegensi Interpersonal
Intelegensi interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain dilihat dari perbedaan, temperamen, motivasi, dan kemampuan.
7. Intelegensi Intrapersonal
Adalah kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dari keinginan, tujuan dan system emosional yang muncul secara nyata pada pekerjaannya
8. Intelegensi Naturalis.
Adalah kemampuan untuk mengenal flora dan fauna melakukan pemilahan-pemilahan utuh dalam dunia kealaman dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya untuk berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi
Kemampuan-kemampuan yang termasuk dalam sepuluh aspek kecerdasan majemuk ( multiple intelegensi ) yang dimiliki masing-masing orang tersebut diatas merupakan potensi intelektual seseorang untuk dapat mengikuti proses pembelajaran.










BAB III
PEMBAHASAN

a. Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi (MI)
Strategi Pembelajaran MI pada hakekatnya adalah upaya mengoptimalkan kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap individu (siswa) untuk mencapai kompetensi tertentu yang dituntut oleh sebuah kurikulum
Amstrong (2002) seorang pakar di bidang Multiple Intelegences mengatakan, bahwa dengan teori kecerdasan majemuk memungkinkan guru mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relatif baru dalam dunia pendidikan dia menambahkan tidak ada strategi pembelajaran yang efektif untuk semua siswa karena setiap individu memiliki kecenderungan kecerdasan yang berbeda.
Strategi Pembelajaran MI pada praktinya adalah memacu kecerdsan yang menonjol pada diri siswa seoptimal mungkin, dan berupaya mempertahankan kecerdasan lainnya pada standar minimal yang ditentukan oleh lembaga atau sekolah
b. Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada pelajaran Matematika
Ada dua tahapan yang harus dilakukan dalam penerapan strategi pembelajaran MI agar mendapatkan hasil yang optimal yaitu :
1. Memberdayakan semua jenis kecerdasan yang ada apada setiap mata pelajaran
2. Mengoptimalkan pencapaian mata pelajaran tertentu berdasarkan kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa
Armstrong (2002:85) memberikan contoh penerapan pembelajaran matematika berbasis multiple intelligences. Dalam bukunya, Amstrong menjelaskan bahwa banyak siswa yang merasa sulit untuk memahami konsep perkalian. Model pembelajaran untuk materi perkalian ini, kebanyakan guru menyuruh siswa untuk menghafal tabel perkalian yang sudah disiapkan dan melakukan tes berulang kali, sampai siswa benar-benar dapat menghafalkan tabel perkalian. Dengan pembelajaran model ini, maka bagi siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi biasanya dapat dengan mudah untuk menghafalnya, siswa yang kecerdasan logis-matematisnya tinggi akan mudah memahami konsep perkalian, namun sulit untuk mengingat fakta-fakta perkalian. Sedangkan, bagi siswa yang lemah di bidang kecerdasan linguistik dan logis-matematis, tetapi memiliki kecenderungan yang tinggi dalam kecerdasan yang lain, biasanya akan benar-benar hal ini menjadi masalah. Hal ini dapat dimaklumi, sebagian besar dalam faktanya pembelajaran di sekolah lebih banyak menghargai siswa yang memiliki kecenderungan kecerdasan linguistik dan logis-matematis.Oleh sebab itu, dalam pembelajaran matematika, khususnya perkalian, guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang diselenggarakan dengan menggunakan pendekatan multiple intelligences. Dengan menyelenggarakan pembelajaran berbasis multiple intelligences ini diharapkan setiap siswa akan merasa semangat dan terus termotivasi untuk belajar, sehingga suasana “haus belajar” benar-benar tertanam dalam setiap individu siswa.
Berikut merupakan contoh mengajar matematika (perkalian) kepada siswa dengan pendekatan multiple intelligences :
1. Perkalian secara linguistic
Cara belajar terbaik siswa yang memiliki kecerdasan linguistik adalah dengan mengucapkan, mendengar, dan melihat kata-kata. Cara terbaik memotivasi mereka di antaranya mengajak bicara, menyediakan bahan bacaan, rekaman, dan menyediakan sarana untuk menulis. Dalam belajar perkalian, siswa jenis ini dapat dimungkinkan untuk diberikan waktu yang cukup dalam latihan menghafal tabel perkalian kemudian diucapkan secara berulang atau guru menyediakan lembar isian yang memuat tabel perkalian



2. Perkalian secara logis-matematis
Dalam belajar perkalian, siswa yang memiliki kecerdasan logis-matematis tinggi ini tidak terlalu sulit, karena materi yang dipelajari memiliki karakteristik yang sama dengan kecerdasan yang dimiliki siswa. Kegiatan yang diapat dilakukan , di antaranya menggunakan batu kerikil, korek api, atau benda lain, kemudian siswa menyusunnya dalam kelompok dua-dua, tiga-tiga, empat-empat, dan seterusnya. Guru membiarkan siswa agar dapat menemukan prinsip perkalian melalui permainan tersebut. Sebagai contoh, tiga tumpuk kerikil dengan empat kerikil dalam masing-masing tumpukan sama dengan dua belas kerikil, atau 3 x 4 = 12. Siswa akan dapat membuat daftar penemuan, sehingga akan menjadi sebuah tabel perkalian. Selain itu, dengan cara ini siswa juga dapat memahami konsep perkalian secara mudah.

3. Perkalian secara visual-spasial
Cara belajar bagi siswa visual-spasial ini biasanya melalui gambar, metafora visual, dan warna. Dalam mempelajari perkalian, guru dapat memberi siswa tabel “seratus”, selembar kertas yang tertulis angka 1 sampai 100 dalam sepuluh kolom secara horizontal atau vertikal. Kemudian siswa diminta untuk mewarnai setiap angka kedua. Cara ini akan mengajak siswa untuk memahami kelipatan 2. Lalu guru memberi siswa tabel “seratus” lagi dan siswa diminta untuk mewarnai setiap angka kelipatan 3 dan seterusnya. Setiap lembar akan memberikan gambaran grafis yang berlainan dan berwarna-warni dari sebuah perkalian dan ini memudahkan siswa untuk mengingat fakta-fakta dalam perkalian.

4. Perkalian secara kinestetik
Siswa-siswa yang kecenderungannya dalam jenis kecerdasan kinestetik ini biasanya belajar dengan cara menyentuh, memanipulasi, dan bergerak. Cara terbaik memotivasi mereka adalah melalui seni peran, gerakan kreatif, dan semua jenis kegiatan yang melibatkan fisik. Ketika belajar perkalian, siswa diminta untuk berjalan lurus sambil menghitung dengan suara keras setiap melangkah, “1, 2, 3, 4, 5, 6.” Lalu katakan, “Baik, sekarang kita akan menepuk tangan setiap angka kedua: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10....” Cara ini bisa diikuti dengan menepuk tangan setiap angka ketiga dan seterusnya. Mungkin saja, siswa tidak hanya puas untuk bertepuk tangan, kemungkinan lain adalah siswa meloncat, lompat tali, merangkak, atau melakukan salto. Dengan cara ini, siswa akan mulai menginternalisasi konsep perkalian dalam diri mereka dengan mudah dan merasa enjoy.

5. Perkalian secara musical
Siswa dengan kecerdasan musikal biasanya belajar melalui irama dan melodi. Mereka bisa mempelajari apa pun dengan lebih mudah, jika hal itu dinyanyikan, diberi ketukan, atau disiulkan. Seorang guru dapat memilih sebuah lagu yang berirama alami dan teratur. Lagu rakyat sederhana atau lagu lain yang disukai siswa-siswa biasanya sangat efektif. Kemudian siswa diminta menyanyikan tabel perkalian sesuai irama lagu (“2 kali 2 sama dengan 4, 2 kali 3 sama dengan 6, 2 kali 4 sama dengan 8, dan seterusnya”).

6. Perkalian secara interpersonal
Cara belajar terbaik siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal adalah dengan berhubungan dan bekerja sama. Dalam belajar perkalian, pertama-tama guru mengajari konsep dasar perkalian melalui berbagai cara seperti di atas, kemudian siswa diminta untuk mengajarkannya kepada teman yang lain. Beri siswa beberapa gambar dan usulkan supaya siswa menyelenggarakan kompetisi gambar kelompok di setiap kelompok mereka. Buat permainan papan dari map karton dan gambarkan sebuah jalan berliku dengan spidol dan tuliskan problem tabel perkalian (misalnya, 3 x 5 = ?) di atas kotak-kotak terpisah.

7. Perkalian secara intrapersonal
Siswa yang memiliki kecenderungan kecerdasan jenis ini paling efektif belajar ketika diberi kesempatan untuk menetapkan target, memilih kegiatan mereka tulis, dan menentukan kemajuan merkea sendiri melalui proyek apa pun yang mereka minati. Siswa-siswa ini memotivasi diri sendiri. Beri mereka kesempatan untuk belajar sendiri, dengan kecepatan yang mereka tentukan sendiri, dan melakukan proyek serta permainan individu. Dalam belajar perkalian, guru membiarkan siswa untuk bekerja sendiri dalam memecahkan sebuah problem kelompok. Berilah siswa kunci jawaban untuk memeriksa jawabannya, buku latihan beserta jawabannya, atau program komputer untuk mempelajari tabel perkalian sendiri. Berilah siswa kesempatan untuk bekerja sesuai dengan kecepatannya sendiri, biarkan ia memeriksa jawabannya ketika memerlukannya, dengan demikian ia bisa langsung memperoleh masukan mengenai kemajuannya dalam memahami perkalian.

8. Perkalian secara naturalis
Siswa yang memiliki kecenderungan kecerdasan naturalis akan menjadi semangat dalam belajar ketika terlibat dalam pengalaman di alam terbuka. Untuk mempelajari perkalian, guru dapat meminta siswa untuk mengamati kelipatan yang ada di alam, dari kuncup setangkai bunga, sampai ulir sebutir buah cemara atau cangkang kerang. Siswa dapat menggunakan benda-benda alami ini sebagai objek problem perkalian (misalnya, jika tangkai bunga ini mempunyai lima kuncup dan pada setiap kuncup ada tiga helai kelopak, berapakah kelopak yang ada?).

Contoh penerapan strategi pembelajaran matematika berbasis multiple intelligences sebagaimana yang di atas, jika benar-benar dapat diterapkan dalam suasana belajar siswa, maka tidak akan dijumpai hambatan yang berarti bagi siswa selama belajar atau bagi guru selama mengajar. Setiap siswa merasa senaang ketika belajar perkalian dan tentunya siswa akan terus minat untuk mempelajari hal-hal yang lebih tinggi, yang belum mereka kuasai.


BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah. Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Kecerdasan merupakan suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Tingkat kecerdasan (Intelegensi) ditentukan oleh bakat bawaan berdasarkan gen yang diturunkan dari orang tuanya. Secara umum intelegensi dapat dirumuskan sebagai berikut :
4. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
5. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
6. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu
Menurut Gardner, 1983 kecerdasan atau intelegensi ada 8 macam yaitu:Kecerdasan linguisti, Intelegensi logis-matematis, Intelegensi Musik, Intelegensi kinestetik, Intelegensi Visual-Spasial, Intelegensi Interpersonal, Intelegensi Intrapersonal, Intelegensi Naturalis.
Strategi Pembelajaran MI pada praktinya adalah memacu kecerdsan yang menonjol pada diri siswa supaya optimal
2. Saran
Pemerintah hendaknya mengadakan seminar tentang kecerdasan oleh seorang pakar psikologi sehingga dapat memotivasi baik orangtua maupun guru dalam memberikan bimbingan kepada anaknya. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk kesuksesan hidup di masa depan. Maka perlu adanya pembinaan para guru agar bisa mencerdaskan siswa terutama pendidikan yang ada di lingkungan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/03/strategi-pembelajaran.html
http://www.dikti.org/?q=node/891
http//:gemasastrin.htm. Teori Multiple Intelligences dalam Pendidikan Anak. Des. 2008
http://myfortuner.wordpress.com/2010/08/10/214/
Http//renggani.blogspot.com/2007/07 Multiple Intelligences-Kecerdasan Mejemuk.html
Salma Dewi & Siregar Evelin (2008), Mozaik Teknologi Pendidikan, diterbitkan atas kerjasama UNJ, Jakarta