Laman

Bismillahirrahmannirrohom

SELAMAT DATANG DI BLOG ALHADI SISAWAH SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA UNTUK PERKEMBANGAN KITA KEDEPANNYA

Sabtu, 07 April 2012

PENELAAH PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI, PERUMUSAN HIPOTESIS DAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

PENELAAH PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI, PERUMUSAN HIPOTESIS DAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

PENELAAH PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI,
PERUMUSAN HIPOTESIS DAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
1. PENELAAH PUSTAKA
Di dalam suatu penelitian, keberadaan landasan teori (tinjauan pustaka atau telaah pustaka) menjadi keharusan. Penelitian dasar memiliki sebuah ciri khas yaitu kontribusinya pada ilmu (contribution to the body of knowledge). Inilah sebabnya dalam penelitian, kualitas sebuah penelitian ditentukan oleh ada tidaknya kontribusi pada pengembangan teori atau sebuah bagian dari teori dalam bidang minat yang didalami peneliti.
Proses mengembangan teori atau bagian dari teori itu sangat ditentukan oleh intensifnya penelaahan pustaka yang dilakukan. Hasil dari kerja intensif itu adalah munculnya sebuah model teoretikal dasar (Proposed Grand Theoretical Model) maupun model penelitian empiris (Empirical Research Model) yang dihasilkan dari proses penelaahan pustaka yang bermutu.
Telaah pustaka adalah bagian dari proses penelitian yang memberikan beban mental paling berat dalam seluruh rangkaian penelitian ilmiah. Pada dasarnya telaah pustaka dibutuhkan sejak pertama kali seseorang merencanakan akan membuat sebuah penelitian. Penelitian pustaka dan telaah yang mendalam atas pustaka yang dirujuk untuk menemukan bagian mana dari ilmu dan praktek manajemen yang masih membutuhkan adanya sebuah penelitian lanjutan.
Penelitian utamanya diarahkan pada menghasilkan ”contribution to the body of knowledge” tak dapat tidak harus memulai proyek penelitiannya dari telaah pustaka untuk dapat mengungkapkan berbagai “research gap” maupun “theory gap” sebagai awal perjalanan penelitian keilmuannya. Sebuah studi pustaka yang baik akan menghasilkan dasar bagi pengembangan kerangka teoretis yang komprehensif (comprehensive theoretical framework). Untuk tujuan itu sebuah studi pustaka yang baik akan memastikan bahwa:
Studi pustaka yang intensif memungkinkan masalah dan masalah penelitian dapat dirumuskan dengan tepat dan jelas (precision and clarity).
Variabel-variabel penting yang diduga kuat dapat menjelaskan sebuah masalah penelitian benar-benar dapat diperhatikan dan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.
Studi pustaka dapat membantu peneliti menentukan mana variabel yang sangat penting untuk dipertimbangkan dan memberi kontribusi signifikan tanpa perlu menggali seluruh variabel yang mungkin, sehingga asas parsimoni benar-benar diterapkan. Dengan telaah pustaka yang balk berdasarkan asas parsimoni tersebut studi pustaka membantu mengembangkan hipotesis dan kerangka teoretisnya.
Studi pustaka yang intensif, terarah dan terpadu akan menghindarkan peneliti dari fenomena ”reinventing the wheel” dimana peneliti membuang-buang waktu dan energi pikir untuk menemukan kembali apa yang sudah diketahui umum.
Studi pustaka membantu untuk mengenali pemikiran-pemikiran para pioner dalam bidang penelitian yang sama, mendorong untuk mampu menghasilkan alternatif pendekatan yang lain atau mampu memperbaiki ketimpangan pemikiran yang sudah ada dan memperkaya ”body of knowledge” dari bidang yang diminatinya.
Langkah-langkah penting dalam telaah pustaka adalah sebagai berikut:
Cari jenis literatur yang sesuai. Peneliti disarankan menggunakan literatur yang beragam tetapi yang mampu memberikan ”kontribusi baru” dalam studinya. Jurnal-jurnal ilmiah, tesis dan disertasi, scientific reading, proceeding pertemuan ilmiah bidang ilmu dapat memberikan apa yang ingin dicarinya dalam proses telaah pustaka yang dilakukannya.
Cari naskah dari publikasi yang sesuai. Untuk mencari naskah yang sesuai, langkah yang dapat ditempuh adalah naskah yang sesuai dengan peminatan bidang studi. Mahasiswa manajemen pemasaran tentu saja lebih efisien dan efektif disarankan untuk mencari naskah-naskah dari jurnal seperti Strategic Marketing, Journal of Marketing, Journal of Marketing Research, Journal of Marketing Theory and Practice, atau di Indonesia ada Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Dari naskah-naskah ini penelurusan hasil-hasil penelitian dapat dilakukan, sehingga pada tingkat yang sangat dini, mahasiswa sudah dapat menemukan reseach gap dan theory gap yang dapat dijadikan pijakan awal penelitiannya.
Cari naskah dengan variabel yang sesuai. Setelah menemukan masalah buatlah sebuah rancangan awal ”raw draft” atau draft mentah yang dapat dijadikan pijakan awal untuk berburu variabel. Draft mentah ini tidak lain adalah sebuah ”shadow theoretical framework” sebuah model bayangan yang menjadi dasar pertama untuk mencari literatur, menelaah literatur hingga akhirnya sampai pada model final yang menjadi sasaran utama yang dikembangkan. Untuk mendapatkan naskah-naskah rujukan yang baik, kenalilah dulu siapa penulis-penulis atau ilmuwan-ilmuwan utama dalam bidang yang ditulis. Kenalilah pikiran-pikiran mereka dan cobalah mengembangkan variabel-variabel model dari pemikiran mereka atau kombinasi pemikiran mereka.
Buatlah ringkasan dari pemikiran ilmuwan atau peneliti yang dirujuk. Langkah efisien yang dapat disarankan dalam menelaah pustaka adalah baca dan buatlah ringkasan pemikiran yang dipublikasikan seseorang. Ambillah beberapa bahan pustaka rujukan sesuai dengan bidang minat peneliti dan buatlah ringkasannya serta tentukanlah konsep mana dari pustaka yang akan dirujuk untuk ditulis.
Bahaslah atau jelaskan substansi dari konsep atau konstruk penelitian yang digunakan dalam penelitian. Jelaskan makna dari konsep yang diteliti untuk menghantar pembaca pada apa fokus atau batasan dari konstruk tersebut. Definisi tidak perlu untuk dikutip, tetapi yang lebih bentuk adalah penjelasan substansial dari definisi tersebut dan kaitannya dengan seluruh penelitian yang dilakukan.
Carilah pro-kons. Temukanlah berbagai pro dan kontra terhadap issue maupun konsep yang dikembangkan untuk penelitian yang dilakukan, sehingga dari situ dapat dihasilkan sebuah pemikiran baru. Pembahasan berbagai pro ,dan kontra pendapat dan hasil penelitian akan merangsang peneliti untuk menghasilkan pemikiran baru sebagai proposisi atau hipotesis baru sebagai upaya upaya memecahkan masalah penelitiannya. Pembahasan ini dapat disajikan ringkasannya dalam sebuah tabel yang menggambarkan ”State of the art” dari penelitian yang menggunakan variabel tersebut sehingga dapat dilihat perkembangan konsep tersebut dalam suatu rentang waktu yang panjang dari berbagai peneliti yang menaruh perhatian yang sama dalam variabel tersebut.
Kembangkan Proposisi dan Grand Theoretical Model. Atas dasar hasil telaah pustaka yang dilakukan, peneliti dapat mengembangkan proposisi dan dari berbagai proposisi dapatlah dirangkai menjadi sebuah Proposed Grand Theoretical Model atau Model Teoretikal Dasar Yang Diajukan, sebagai model awal dari teori yang akan dikembangkan.
Kembangkan Hipotesis dan Emprical Research Model. Upaya untuk memperjelas dan membumikan proposisi dan proposed grand theoretical model yang dikembangkan, peneliti akan mengembangkan hipotesis-hipotesis penelitian dan dari rangkaian hipotesis tersebut dibentuklah sebuah pemikiran yang utuh disajikan dalam bentuk sebuah model penelitian empiris atau sebuah kerangka pemikiran teoretis.

2. LANDASAN TEORI
Suatu landasan teori dari suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka. Salah satu contoh karya tulis yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset. Melalui penelitian atau kajian teori diperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru. Penulis harus belajar dan melatih dirinya untyk mengatasi masalah-masalah yang sulit, bagaimana mengekspresikan semua bahan dari bermacam-macam sumber menjadi suatu karya tulis yang memiliki bobot ilmiah.
Penyajian teori dalam landasan teori dianggap tidak terlalu sulit karena bersumber dari bacaan-bacaan. Akibatnya terjadilah penyajian materi yang tidak proporsional, yaitu mengambil banyak teori walaupun tidak mendasari bidang yang diteliti.Jadi seharusnya teori yang dikemukakan harus benar-benar menjadi dasar bidang yang diteiti. Selain itu, pada bagian ini juga dibahas temuan-temuan penelitian sebelumnya yang terkait langsung dengan penelitian. Teori yang ditulis orang lain atau temuan penelitian orang lain yang dikutip harus disebut sumbernya untuk menghindari tuduhan sebagai pencuru karya orang lain tanpa menyebut sumbernya. Etika ilmiah tidak membenarkan seseorang melakukan pencurian karya orang lain. Cara mengutip karya atau sumber tertulis itu sebagai berikut.
1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung ada dua macam, yaitu :
a) Kutipan langsung yang terdiri atas tidak lebih dari 3 baris tau tidak lebih dari 40 kata ditempatkan didalam paragraf sebagaimana baris yang lain, tetapi diapit oleh tanda petik dua (“…”) yang dimulai atau ditutup dengan identitas rujukan.
Contoh :
Tolla (1996:89) menegaskan “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain.”
Cara yang lain adalah “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain.” (Tolla, 1996:89).
b) Kutipan langsung yang terdiri atas lebih dari 3 baris atau lebih dari 40 kata diketik dalam paragraf tersendiri dengan spasi tunggal yang didahului dan ditutup dengan tanda petik dua (“…”) dan dimulai pada ketukan ketujuh.
Contoh :
“Perihal perbedaan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus diwarnai oleh aktivitas berbahasa secara dinamis dan kreatif. Keaktifan secara intelektual tanpa disertai dengan keaktifan verbal tidak dapat dikatakan CBSA dalam pengajaran bahasa karena hakikat bahasa adalah tuturan lisan yang kemudian dikembangkan menjadi aturan lisan dan tulisan. Oleh karena itu, CBSA dalam pengajaran bahasa harus dimuati dengan kreativitas berbahasa sehingga nama yang poaling tepat adalah CBSA Komunikatif.”
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung umumnya tampil bervariasi; bergantung kepada gaya bahasa penulis. Setiap penulis mempunyai cara sendiri-sendiri mengungkapkan kembali ide atau konsep orang lain didalam tulisannya. Ada penulis yang memberi komentar lebih panjang, tetapi ada yang menyatakannya dengan singkat. Kutipan tidak langsung tidak perlu disertai dengan halaman buku sumber, cukup dengan mencantumkan nama penulis yang diikuti dengan tahun terbitan buku sumber.
Contoh:
Tolla (1996) mengemukakan bahwa metode CBSA dalam pengajaran perlu dibedakan dengan metode CBSA dalam bidang studi yang lain kerena pengajaran bahasa mempunyai karakteristik khusus yang berbeda dengan bidang studi yang lain.
Cara Lain :
Penerapan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus dibedakan dengan penerapannya dalam budang studi yang lain dengan alasan bahwa karakteristik pengajaran bahasa adalah penggunaan bahasa secara dinamis dan kreatif (Tolla, 1996).
3. PERUMUSAN HIPOTESIS
A. Pengertian Hipotesis
Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.
Goog dan Scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.
Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.
Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “di bawah” dan “THESA” yang artinya :Kebenaran” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya masih terus diuji secara empiris.
Pengertian hipotesis
· Secara teknis : Pernyataan mengenai populasi yang akan diuji kebenarannya masih harus diuji secara empiris.
· Secara statistik : Pernyataan mengenai keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sampel.
· Secara implisit : Prediksi
B. Kegunaan Hipotesis
Kegunaan hipotesis antara lain sebagai berikut:
1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
4. Hipotesis me,berikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan.

C. Jenis- jenis hipotesis
Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain :
1. Hipotesis kerja atau alternatif, disingkat Ha, hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
Rumusan hipotesis kerja
a) Jika... Maka...
b) Ada perbedaan antara ... Dan... Dalam
c) Ada pengaruh... Terhadap...
2. Hipotesis nol (null hypoteses) disingkat Ho.
Hipotesis ini menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y
Rumusanya:
a) Tidak ada perbedaan antara... Dengan... Dalam...
b) Tidak ada pengaruh... Terhadap
Saran untuk memperoleh hipotesis
1. Hipotesis indiktif
Dalam prosedur induktif, penelitian merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan- hubungan yang diamati.
2. Hipotesis deduktif
Dalam hipotesis ini peneliti dapat memulai penyelidikan dengan memilih salah satu teori yang ada dibidang yang menarik minatnya, setelah teori dipilih, ia lalu menarik hipotesis dari teori ini.
D. Ciri- ciri hipotesis
Ciri- ciri hipotesis yang baik:
1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada diantara variabel- variabel
3. Hipotesis harus dapat diuji
4. Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada
5. Hipotesis hendaknya diyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
E. Menggali dan merumuskan hipotesis
Dalam menggali hipotesis peneliti harus:
1) Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur- literatur yang ada hubunganya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
2) Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat- tempat, objek- objek serta hal- hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang diselidiki.
3) Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan.
Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis:
1) Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu
2) Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan
3) Imajinasi dan angan- angan
4) Materi bacaan dan literatur
5) Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang diselidiki
6) Data yang tersedia
7) Kesamaan
Sebagai kesimpulan, maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut:
1) Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesik
2) Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaratif dan berbentuk pernyataan.
3) Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur
4) Hendaknya dapat diuji
5) Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.

F. Menguji hipotesis
Sesudah hipotesis dirumuskan, hipotesis tersebut kemudian diuji secara enpiris dan tes logika.
Untuk menguji suatu hipotesis, peneliti harus:
1) Menarik kesimpulan tentang konsekuensi- konsekuensi yang dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar.
2) Memilih metode- metode penelitian yang mungkin pengamatan, eksperimental atau prosedur lain yang diperlukan untuk menujukan apakah akibat- akibat tersebut terjadi atau tidak.
3) Menerapkan metode ini serta mengumpuklandata yang dapat dianalisis untuk menujukan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau tidak.
G. Cara merumuskan hipotesis:
1) Menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih
2) Dinyatakan dalam kalimat deklaratif / pernyataan
3) Dirumuskan secara jelas dan padat
4) Dapat diuji
Jenisnya:
a) Hipotesis tentang hubungan / korelasi
b) Hipotesis tentang perbedaan
Hipotesis nol / Ho = Hipotesis yang menyatakan tidak adanya saling hubungan antara 2 variabel / lebih.
Hipotesis alternatif / HA = Adanya hubungan antar variabel.
4 PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Pengertian Daftar Pustaka adalah suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak tetrdapat dalam daftar pustaka ini.
Berikut ini merupakan contoh dari bagaimana penulisan daftar pustaka pada penulisan makalah, skripsi atau penelitian dan lain sebagainya.
1. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
· Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008
2. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
· Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
· Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
· Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
· Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
Perlu diingat juga untuk penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya.


Diposkan oleh Nja Nidya di 06:29

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar